Category Archives: Uncategorized

Kategori baru: Sastra

Ajarkanlah sastra kepada anak-anakmu, karena itu dapat mengubah anak yang pengecut menjadi pemberani
(Umar bin Khattab)

“Sesuatu yg dibutuhkan untuk menghaluskan jiwa adalah seni dan sastra” (Buya Hamka)

Entah kenapa akhir – akhir ini lagi tertarik dengan hal ini (baca: sastra). Dimotivasi juga oleh kedua petuah oleh kedua orang yang sangat luas ilmunya diatas, tentang pentingnya memepelajari sastra. Akhirnya dibuatlah kategori baru yang khusus mengumpulkan karya-karya sastra buatan sendiri maupun orang  lain yang sangat menginspirasi penulis. Walaupun latar belakang keilmuan dan pengalaman penulis yang sangat jauh dari kata sastra.

Semoga bisa memberikan inspirasi yang sama atau lebih banyak kepada sahabat-sahabat pembaca sekalian.

Advertisements

Syair: Sang Pencari Cahaya

Sang Pencari Cahaya

by: APandiN

.

Digulitanya gelap

Seorang diri, tanpa daya kucari cahaya

Dibenderangya terang

Seorang diri, tanpa sadar kucari cahaya

.

Tiap kita butuh hangatnya cahaya

Tiap kita butuh semangatnya cahaya

Tiap kita butuh tampaknya cahaya

.

Cahaya…

adalah kehidupan

adalah kebaikan

adalah petunjuk

.

Cahaya…

adalah kebenaran

adalah keadilan

adalah penjaga

.

Cahaya…

adalah kekuatan

adalah kesejahteraan

adalah pemberi harapan

.

Walau ia ada

Walau ia selalu disisi

Walau ia sejatinya tak pernah berhenti bersinar

Entah kenapa selalu kucari

.

Apakah mataku buta?

Ataukah hatiku yang buta?

.

Buta karena lumuran dosa yang tak bertepi?

Buta karena sang pemilik cahaya tak kunjung di hati?

Buta karena sombong dan bodoh diri?

.

Entahlah…

Hanya Dia dan mungkin aku yang tau

.

Wahai Sang Pemilik cahaya

Bimbinglah diri ini

Izinkanlah diri ini

Untuk melihat cahaya

.

Selamanya…

Punk Taubat, Berdakwah Lewat “Punkajian”

Punk Taubat, Berdakwah Lewat Punkjian

Berbekal ilmu agama pas-pasan, penghuni rumah singgah Sanggar Oedix, Pulo Gadung, Jakarta, berdakwah kepada kelompok punk jalanan. Mereka adalah kelompok punk muslim yang rajin menggelar pengajian tiap malam Jumat.

DARI balik tembok taman kota yang gelap dan rimbun, muncul enam laki-laki muda dan seorang perempuan. Kulit mereka hitam dan dekil. Mereka berdandan aneh. Sebagian bertindik di kedua telinga.

“Di dalam masih ada lima cowok dan seorang cewek, tapi nggak mau ikut. Katanya, capek karena seharian ngamen,” tutur Asep Vanhalen, anggota punk muslim yang badannya penuh tato.

Malam itu, Kamis pukul 23.30, Asep bertugas menjemput kelompok punk yang biasa mangkal di perempatan Klender. Pemuda 21 tahun tersebut akan membawa mereka ke markas punk muslim di Jalan Swadaya No 3, Pulo Gadung. Setiap malam Jumat, di sana digelar punkajian —istilah pengajian bagi anak-anak punk.
Punk Klender, menurut Asep, termasuk golongan yang masih salahn jalan. Mereka tidak mengenal agama. Punk jalanan hidup berkelompok dengan anggota lebih dari sepuluh orang. “Saya dulu juga hidup seperti mereka,” papar dia. Dia bisa mengajak punk Klender karena kenal dengan pimpinannya saat berada di penjara anak.

Punk jalanan biasa tidur dimana saja. Antara lain, emperan toko, halte, dan kebun kosong. Demikian juga kencing dan BAB (buang air besar), mereka melakukannya di mana saja. “Yang paling sakral, mereka tidak mau mandi. Bahkan, kalau ada asap knalpot, baju mereka dideketin agar tambah kotor,” ujar Asep. “Makin kotor, makin ngepunk,” tambah dia.

Tiba di tempat tujuan, rombongan punk Klender disambut rekan-rekan sesama punk yang muslim. Mereka berada di markas tersebut sejak pukul 22.00.
Berbeda dengan acara pengajian pada umumnya, yang biasa didominasi baju takwa dan kopiah, jamaah punkajian berbaju apa adanya. Rombongan punk Klender tidak diberi tahu bahwa pertemuan itu bernama pengajian. “Kami ingin silaturahmi saja,” tutur Ahmad Zaki, salah seorang pendiri punk muslim, kepada tamunya dari Klender.

Asap rokok mengepul ditemani makanan seadanya. Mereka bicara tentang berbagai hal, mulai musik hingga masalah-masalah jalanan. Salah seorang dari Klender mengadu pernah dipukul seorang preman. Pengaduan itu ditanggapi serius oleh kelompok punk muslim. Mereka berjanji membantu. “Kalau mau gabung punk muslim, kami bantu tangkap orang itu. Nanti, banyak teman pengacara yang bantu,” ujar Zaki.

Lelaki 25 tahun yang bekerja di Dompet Dhuafa tersebut mengungkapkan, punk jalanan hampir tak pernah salat. Mereka menganggap salat dan Tuhan tidak berguna. “Tuhan mereka adalah uang,” ujarnya. “Mereka rata-rata ateis sosialis. Kalau ada yang beragama, itu bisa saja. Tapi secara komunitas, (punk) nggak mengenal (Tuhan, Red),” jelas dia.

Di forum tersebut, beberapa anggota punk muslim menceritakan pengalaman mereka di jalanan dengan bahasa anak jalanan. Kemudian, barulah mereka menyelipkan petuah-petuah tentang kehidupan yang lurus. Menurut Zaki, rata-rata punk jalanan bingung menjawab, apakah punk bisa menjadi jaminan masuk surga. “Biasanya, ada yang tobat. Ada yang salat tahajud saja, tapi tidak salat lima waktu. Lumayan lah,” ungkapnya lantas terkekeh.

Saat ini Zaki dan teman-temannya rajin mendekati kelompok-kelompok punk jalanan. Tak jarang mereka bertemu kelompok-kelompok punk di luar Jakarta. Misalnya, Jogjakarta, Tegal, Semarang, Palu, dan Batam. “Kami prospek mereka. Kami nggak bisa mengubah seseorang secara frontal. Ada yang kala bertemu bilang muslim, begitu lepas kafir lagi,” papar dia.

Punk muslim dibentuk pada 2007, tepatnya Ramadan, di rumah singgah anak jalanan, Sanggar Oedix, sebelah kiri Terminal Pulo Gadung. Rumah tersebut dulu merupakan tempat berkumpul para preman, copet, penodong, dan pengamen. Berkat tangan dingin Ketua Panji (Persaudaraan Anak Jalanan Indonesia) Budi Khaironi (almarhum), rumah itu berubah menjadi tempat pertobatan anak jalanan.

Sampai 2009, kelompok punk muslim belum berani terang-terangan menunjukkan eksistensi. Saat ini tak kurang dari 15 anak punk yang tinggal di Sanggar Oedix. “Tahun ini kami ingin kegiatan terbuka. Misalnya, punkajian di terminal atau halte-halte,” tutur Zaki. Tujuannya, setidaknya mengimbau anak punk agar mau mandi. “Kalau sebelumnya mereka nggak mandi sampai empat tahun, kami usahakan mau wudu, bersih-bersih badan,” sambungnya.

Dharma Putra, salah seorang anggota punk muslim, mengakui awalnya susah mengikuti jalan hidup islami. Sebab, tiap hari dia hanya memikirkan cara mendapatkan uang. Dengan mengamen di Terminal Pulo Gadung mulai pagi sampai malam, dia bisa mendapatkan uang minimal Rp100 ribu. “Karena dapatnya gampang, ya untuk beli minuman, narkoba. Sekarang, alhamdulillah tidak lagi. Ngamen masih, salat jalan terus,” ucap laki-laki 26 tahun itu.

Pengamen yang dikenal dengan nama Ambon tersebut mengatakan, banyak punk jalanan yang tidak konsisten. Mereka rata-rata bukan lagi pencinta musik punk, melainkan hanya ikut-ikutan mode. Anehnya, sebagian besar menganggap gaya hidup ala sosialis komunis itu sebagai ideologi. “Saking sosialisnya, ada cewek (punk jalanan, Red) yang dipakai bersama-sama,” ungkapnya.

Punk muslim yang lain, Iip Kiswaryadi, menyatakan bosan hidup di jalanan. Bertahun-tahun laki-laki 27 tahun yang akrab dipanggil Otoy itu menjadi target operasi (TO) polisi karena sering menodong dengan sasaran etnis tertentu. “Polisi sudah bosan cari saya. Sebab, nggak ada duitnya. Maka, saya bergabung di sini untuk mencari kehidupan yang lebih tenang,” terang dia. “Lingkungan saya yang lama susah maju,” sambungnya. Kini seks bebas, obat-obatan terlarang, serta aktivitas mencopet dan menodong tidak lagi menjadi bagian dari kehidupan penghuni rumah singgah Sanggar Oedix. (agus wirawan/jpnn)

.

=====================================================

Subhanallah, alhamdulilah, Allahu akbar!

.

sumber: http://www.hariansumutpos.com/2010/05/47536/punk-taubat-berdakwah-lewat-punkjian.html

New Category: Pesona Ramadhan!

Alhamdulillah , setelah sekian lama. Akhirnya diberi kekuatan lagi untuk melanjutkan karya di blog ini.

Memasuki hari ke 14 di bulan Ramadhan 1431H ini, saya kembali disadarkan oleh Allah melalui berbagai peristiwa untuk meningkatkan dan menambah amal-amal yang dilakukan. Khususnya dibulan Ramadhan,bulan di mana seharusnya seorang muslim memiliki semangat untuk berkarya besar, lebih besar daripada karya-karya di bulan lain. Seperti yang tentu saja dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan orang-orang shalih terdahulu.

InsyaAllah category ini akan berisi tentang tentu saja Ramadhan…”All about Ramadhan” lah pokoknya. Lalu kenapa namanya pesona Ramadhan??

Karena Segala Tentang Ramadhan adalah Mempesona.

Jadi…selamat terpesona.

.

gambar :http://akhmadguntar.com/tag/wallpaper-gratis/

Lirik lagu : Cinta yang Tulus (Gito Rollies feat GIGI)

Cinta yang Tulus

cinta yang tulus di dalam hatiku
telah bersemi karenaMu
hati yang suram kini tiada lagi
tlah bersinar karenaMu

ohh…

biarkan hujan membasahi bumi
atau bulan yang tiada berseri
namun jangan kau biarkan cintaku
yang tulus suci hanya padaMu

semua yang ada padaMu ohh…
membuat diriku tiada berdaya
hanyalah bagimu untukMu Tuhanku
seluruh hidupku
semua yang ada padaMu ohh…
membuat diriku tiada berdaya
hanyalah bagimu untukMu Tuhanku
seluruh hidup dan cintaku

ohh…

cinta yang tulus di dalam hatiku
telah bersemi karenaMu
hati yang suram kini tiada lagi
tlah bersinar karenaMu

semua yang ada padaMu ohh…
membuat diriku tiada berdaya
hanyalah bagimu untukMu Tuhanku
seluruh hidupku
semua yang ada padaMu ohh…
membuat diriku tiada berdaya
hanyalah bagimu untukMu Tuhanku
seluruh hidup dan cintaku

ohh…

Ka’ab bin Malik dan kisahnya yang abadi sepanjang masa. (part two: dan Bumi pun terasa sempit)

“dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan tobat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa mereka pun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja……” (TQS 9 : 118)

Bagian dua dari trilogi kisah abadi Ka’ab bin Malik yang masih diambil dari kitab riyadushalihin imam nawawi, berdasarkan hadist muttafaqun ‘alaih.

Kebayang ga,  bumi yang luasnya kayak gini kerasa sempit dan menyesakkan jiwa. Pastinya sulit untuk membayangkannya dan ujian yang dihadapi ka’ab bin malik jelas sangat berat hingga keluar istilah seperti itu.

Tidak usah berlama-lama lagi…Selamat menikmati.

============ ========= ========= ========= ========= ========= ================

….Lalu aku datang . Ketika aku ucapkan salam, beliau tersenyum penuh kemarahan. Lalu berkata, “Kemarilah”. Aku mendekat hingga berada di hadapan beliau.

“Apa yang membuatmu tidak ikut? Bukankah kamu telah membeli kendaraan (kuda)?”

“Ya Rasulullah, seandainya aku berhadapan dengan orang selain engkau, aku akan bisa selamat dari kebenciannya, karena aku bisa mengemukakan berbagai alasan. Akan tetapi , aku sekarang berhadapan dengan engkau. Jika saat ini aku memberikan alasan palsu sehingga engkau tidak marah , aku khawatir setelah itu Allah menjadikan engkau marah kepadaku. Jika aku berkata jujur , engkau pasti pasti marah kepadaku. Namun, aku berharap mendapatkan ampunan dari Allah. Demi Allah, aku tidak mempunyai alasan untuk tidak ikut berperang. Saat itu, kondisi ekonomi dan fisikku sangat baik.

” Rasulullah saw. bersabda, “Adapun orang ini, ia telah berkata jujur. Berdirilah wahai Ka’ab, tunggulah keputusan Allah.”

Beberapa laki-laki dari Bani Salamah berjalan mengikutiku. Mereka berkata, “Demi Allah, kami belum pernah melihatmu berbuat dosa sebelum ini. Mengapa kamu tidak mampu mengajukan alasan kepada Rasulullah saw., sebagaimana orang-orang yang tidak ikut berperang itu mengemukakan alasannya. Sungguh, istigfar Rasulullah saw. sudah cukup untuk mengampuni dosamu.” Mereka terus menyalahkan tindakanku sampai timbul keinginan dalam diriku untuk kembali kepada Rasulullah saw. dan berkata bohong kepadanya.

Aku bertanya kepada mereka , “Adakah orang lain yang mengalami hal sepertiku?”

Mereka menjawab , “Ada, dua laki-laki yang berkata seperti kamu katakan kepada Rasulullah saw. Beliau berkata kepada mereka seperti yang dikatakannya kepadamu.”

“Siapakah mereka?”

“Murarah bin Rabi’ah dan Hilal bin Umayah Al-Waqifi.” Kemudian mereka menyatakan bahwa kedua orang itu adalah orang – orang shalih yang ikut perang Badar, dan merekalah yang menjadi teladan.Aku segera pergi dari hadapan mereka.

Lalu, Rasulullah saw. melarang para sahabat untuk berbicara dengan kami bertiga. Orang- orang pun menghindari kami. Sikap mereka berubah terhadap kami. Sampai- sampai, aku merasakan bumi berubah, bukan bumi yang sebelumnya kukenal. Keadaan seperti ini menimpa kami selama lima puluh hari.Dua temanku, Murarah dan Hilal, hanya menetap di rumah masing – masing dan terus – terusan menangis. Sementara aku, orang yang usianya paling muda, dan paling kuat di antara kami, masih menghadiri shalat berjamaah dengan kaum muslimin, dan pergi ke pasar. Aku tetap melakukan itu, meski tidak ada seorangpun yang mau berbicara denganku.

Aku juga mendatangi Rasulullah saw.Kuucapkan salam kepadanya ketika beliau di tempat duduknya setelah shalat. Aku berkata dalam hati, “Apakah beliau menggerakkan bibirnya untuk menjawab salam atau tidak?” Kemudian aku mengerjakan shalat di dekat beliau sambil melirik kepada beliau. Saat aku tidak menoleh ke arah beliau, beliau memandangku. Namun , jika aku memandang beliau, beliau berpaling.

Ketika perlakuan keras ini kurasakan cukup lama, aku berjalan menuju kebun Abu Qatadah dan kupanjat pagarnya. Dia adalah sepupuku dan orang yang paling aku sukai. Aku mengucapkan salam kepadanya. Akan tetapi, ia sama sekali tidak menjawab salamku. Aku berkata kepadanya, “Aku bersumpah dengan nama Allah untukmu, apakah kamu mengetahui bahwa aku mencintai Allah dan Rasul-Nya?” Dia hanya diam. Aku mengulangi pertanyaanku. Dia menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Air mataku jatuh bercucuran, lalu aku pergi dengan memanjat pagar.

Pada suatu hari, ketika aku berjalan di pasar Madinah,seorang petani dari penduduk Syam, berkata,”Siapakah yang bisa menunjukkan aku kepada Ka’ab bin Malik?” Orang – orang menunjuk kepadaku, lalu ia mendatangiku dan menyodorkan surat dari raja Ghassan. Kubaca isinya sebagai berikut: Kami telah mendengar bahwa temanmu (Muhammad) telah bersikap keras kepadamu, padahal Allah tidak menjadikanmu untuk dihina atau ditelantarkan. Oleh karena itu, bergabunglah dengan kami, kami akan menolongmu.” Selesai kubaca, aku berkata dalam hati, “Surat ini juga bagian dari cobaan.” Aku pergi ke tempat pembakaran dan kubakar surat itu.Keadaan seperti ini sudah berlangsung selama empat puluh hari, dan wahyu yang berkaitan dengan masalah ini belum juga turun.

Tak berapa lama, utusan Rasulullah mendatangiku dan berkata, “Rasulullah memerintahkan kepadamu untuk menjauhi istrimu.”

Aku berkata, “Apakah aku harus menceraikannya, atau apa yang harus aku perbuat terhadapnya?” Ia menjawab,

“Tidak, tapi jauhilah dia.” Rasulullah saw. juga mengutus seseorang kepada dua temanku, dengan perintah yang sama.

Aku berkata kepada istriku, “Pergilah kepada keluargamu. Tetaplah bersama mereka hingga Allah memberikan keputusan tentang masalah itu.”

Istri Hilal bin Umayah menemui Rasulullah saw. dan berkata, “Ya Rasulullah ,Hilal bin Umayah adalah orang yang sudah lanjut usia dan tidak mempunyai pelayan. Apakah engkau tidak suka bila aku membantunya?”

Rasulullah saw. menjawab, “Boleh,tapi jangan sampai dia mendekatimu.” Istri Hilal berkata, “Demi Allah, ia sudah tidak memikirkan apa-apa lagi. Sejak peristiwa itu sampai saat ini, ia tidak berhenti menangis.”

Beberapa keluargaku berkata kepadaku, “Sebaiknya kamu meminta izin kepada Rasulullah untuk istriku, karena beliau telah memberikan izin kepada istri Hilal untuk membantunya.”

Aku menjawab, “Aku tidak akan meminta izin kepada Rasulullah untuk istriku. Aku tidak mengetahui apa yang akan dikatakan oleh Rasulullah jika aku meminta izin kepada beliau untuk istriku, padahal aku masih muda.”

Keadaan seperti ini berlangsung selama sepuluh hari, sehingga genap lima puluh hari sejak sanksi tersebut diberlakukan. Pada hari kelima puluh, ketika aku melakukan shalat subuh di salah satu ruang rumah kami , aku sangat sedih, dan bumi yang luas pun terasa sempit. Kondisi hatiku telah Allah gambarkan dalam Al-Qur’an.

Saat itu aku mendengar suara orang yang berteriak dari atas gunung Sal’in….(Bersambung)

============ ========= ========= ========= ========= ========= ========= ======

Sumber : Syarah dan Terjemah Riyadhus Shalihin Jilid 1

Dragon Ball GT first ED : ひとりじゃない (“hitori janai”)

ひとりじゃない (Hitori Janai “I’am not alone”)

By: DEEN

.

Jibun katte ni omoikonde

Urame ni deru koto yoku aru kedo

Ikite yukitai kyou yori ashita e

.

Hito no naka de nani o motome oikaketa n darou

Kotoba dake ja wakari aezu kizutsukete namida shita

Mogakeba mogaku hodo kodoku o samayotte ta

.

*Hitori ja nai kimi ga yume ni kawatte yuku

Mukai kaze mo habatakeru waratte ite okure

Hitotsu ni narou

Futari koko made kita koto ga boku no yuuki no akashi dakara

Kawari tsuzukete ru kono sekai de

.

Kakujitsu na mono wa nanimo nai yo no naka dakedo

Kimi to warai kimi to naite boku wa boku ni modoru

.

Sunao ni narezu hagemashi sae kobande ita yoru mo

Konna boku o tsutsumu you ni mimamotte ite kureta

Kimi no ie ga miete kita ashibaya ni natte yuku

.

Hitori ja nai motto jiyuu ni nareru hazu sa

Puraido ya utagai to ka mou sutete shimaou

Soba ni iru dareka ga yorokonde kureru koto

Hito o shinjiru hajimari da to yatto wakatta yo

Kimi ni deatte

.

*Repeat

.

.

Sebuah lagu lawas soundtrack dari salah satu film kegemaran saya, Dragon Ball GT. Terkadang jadi penyemangat juga kalau lagi suntuk,sesuai judulnya “saya tidak pernah sendiri”.

ya…

Lal tahzan innallaha ma’ana

karena Allah selalu bersama kita.

.

.

lirik: animelyrics.com

foto: youtube.com

Struktur pengelola dan nama2 “pejabat” ITB 2010

Setelah terpilihnya rektor baru ITB 2010-2014 yaitu Prof. Akhmaloka , Ph.D. (lihat juga: Rektor baru ITB 2010-2014 !!!) dan beliau resmi menjabat sebagai rektor ITB.Tidak lama kemudian dibentuklah struktur pengelola ITB baru yang berbeda dengan struktur sebelumnya.

Struktur yang baru dapat dilihat pada gambar di bawah ini

Dan juga itu berarti “pejabat” baru yang mengisi di dalamnya,nama-nama orang tersebut antara lain:

1. Prof.Dr.Ir.Carmadi Machbub sebagai WRAM (wakil rektor bidang akademik dan kemahasiswaan)

2. Prof.Dr.Ir.Alibasyah Siregar sebagai WRURK (wakil rektor bidangkeuangan ,perencanaan, dan pengembangan)

3. Prof.Dr. Irawati , MS WRSO (wakil rektor bidang Semberdaya dan Oganisasi)

4.Dr.Wawan Gunawan A. Kadir, MS WRRI (wakil rektor bidang riset dan inovasi)

5.Prof.Dr.Ir. Hasanuddin Z. Abidin, M.Sc. WRKIM (wakil rektor bidang komunikasi, informasi, dan kemitraan)

.

Yah, semoga bisa menjalankan amanah dengan sebaik-baknya. Jauh lebih baik dari para pendahulunya. Amiin.

.

.

oiya klo mau liat SK nya:

http://wrks.itb.ac.id/app/index.php?option=com_docman&task=cat_view&gid=32&Itemid=46

RBT “nyasar”.

Di sebuah pagi, salah seorang adik kelas saya menghubungi untuk meminta bantuan melalui sms. Karena saya berada jauh dari hp dan saya g tau ternyata ada sms yg masuk,adik kelas saya tersebut mungkin karena butuh dibalas cepet ia pun menelpon saya. Tapi karena lagi2 jauh dari hp uda gitu disilent lagi ^^, jadinya sy juga g tau kalau dia menghubungi. (haha parah bgt ni org,).

Karena melihat ada misscall dan sms maka saya langsung menghubungi dia. Singkat cerita, ada satu statement yang membuat saya cukup kaget…dan dari sinilah cerita ini berasal.

Kata teman saya (kira2 kyk gini), “jadi ini bener ya nomernya kak agung,setelah saya denger nada tunggunya saya sempet ragu ini nomernya kak agung”.

Kata sy ,”hah, nada tunggu? emang lagunya apaan??”

Temen,” gak tau kak g pernah denger, coba ada dicek.”

Saya pun langsung mengecek, dan menelpon diri saya sendiri (^^). Waw ternyata bener…nada tunggu  saya sudah diganti dengan lagu yang saya ga tau(yang jelas lagu yang “gak gw banget” lah), dan ga tau apakah pulsa saya terpotong (tipe org yang ga pernah <jarang buangget> ngecek pulsa >_<), sepertinya sih iya.

Saya pun langsung mencari cara buat menghentikan kesewenang-wenangan ini di internet dan alhamdulillah ketemu caranya.

dengan mengetik UNSUB kirim ke 1818, nada dering saya pun menjadi normal kembali.

Sy juga ga tau apa ini kesengajaan atau emang kesalahan teknis tapi, tapi biar enak di hati anggap aja ini kesalahan teknis (saya juga males ngadu2 ke CS) ,tp sebagai pelanggan tetap dan lama XL (uda kurang lebih 5 tahun),saya agak kecewa dengan kejadian ini. Semoga bisa jadi pelajaran buat semua,dan bisa diambil hikmahnya aja.

Salah satu pelajaran penting …buat berhenti berlangganan RBT XL: ketik UNSUB kirim ke 1818 (soalnya nyari di situs resminya susah banget)

dan banyak pelajaran penting lainnya

hehe.

NLYC 2010 (bagian satu: pekik perjuangan, “Siapa kalian?”)

Siapa kalian?

Pemuda indonesia

.

Siapa kalian?

Pemuda indonesia

.

Tunjukan pada dunia ,siapa kalian?

Kami pemuda Indonesia

berani, berkarya, berkontribusi

.

Pemuda Indonesia

Kami datang

Kami berjuang

Kami menang

Semangat

Semangat

Semangat

Allahu akbar!!!

.

Itulah teriakan penuh semangat dari sekumpulan orang-orang yang mengaku pemuda Indonesia. Teriakan yang terdengar tanggal 13 – 17 januari di dua kota besar di indonesia, Bandung dan Bogor.

Siapakah pemuda-pemudi penuh semangat  ini? Dan apa yang mereka lakukan??

.

(bersambung…)