Sadari dan bersiaplah, karena setiap hal ada konsekuensinya.

Bismillahirrahmannirrahim.

Hidup adalah pilihan dan setiap pilihan mempunyai konsekuensinya masing –  masing. Entah dari mana kata – kata itu aslinya berasal tapi jika kita lihat lagi dalam konteks kehidupan nyata mungkin kata – kata ini ada benarnya juga.

Diawali dari tadabbur salah satu firman Allah :

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (QS 29:2-3)

Ayat tersebut mengatakan kepada kita bahwa menjadi seorang yang mendeklarasikan diri sebagai orang beriman beriman (mukmin) mempunyai konsekuensinya sendiri, yaitu berupa ujian dari Allah SWT yang akan memisahkan antara yang “benar” dan yang “dusta”.  Dan dengan menjadi orang yang “benar” konsekuensinya adalah balasan yang terbaik.

Dan orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan. (QS 29:7)

Melalui perumpamaan tentang mukmin tadi, saya pun berfikir bahwa bukan hanya deklarasi keimanan kita saja yang mempunyai konsekuensi , tapi setiap hal dalam hidup ini mempunyai konsekuensinya sendiri. Dengan menjadi seorang pekerja kita mempunyai konsekuensi kita sendiri,dengan menjadi seorang pemimpin kita mempunyai konsekuensi sendiri, dengan menjadi seorang pelajar ataupun mahasiswa kita mempunyai konsekuensi sendiri, bahkan dengan hanya menjadi seorang manusiapun kita mempunyai konsekuensi sendiri.

Sebelum berlanjut lebih jauh , mari kita lihat arti kata konsekuensi itu sendiri. Kalau menurut KBBI online, konsekuensi adalah “akibat (dr suatu perbuatan, pendirian, dsb)” atau “persesuaian dng yg dahulu”. Nah terus memang kenapa kalau setiap hal mempunyai konsekuensi?

….Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi. (QS 4 : 78-79)

Karena setiap hal mempunyai konsekuensi, maka sudah seharusnya kita harus selalu mengisi kehidupan kita dengan kebaikan. Karena setiap hal mempunyai konsekuensi maka kita harus menyelesaikan dengan baik segala kewajiban maupun amanah kita. Karena segala hal yang buruk yang terjadi dalam diri kita  , seperti dalam ayat diatas adalah hasil dari perbuatan kita sendiri. Oleh karena itu , menyadari konsekuensi dari suatu hal yang akan kita lakukan akan membatu kita agar dapat melaksanakan sesuatu dan mendapatkan hasil yang terbaik.

Terlihat mudah memang , tapi ternyata tidak semua orang menyadari konsekuensi dari hal yang ia lakukan. Hal yang paling mendasar saja dalam islam. Banyak orang yang bersyahadat, tapi ada berapa banyak dari orang yang bersyahadat tersebut menyadari konsekuensi dari syahadat yang sudah mereka ucapkan. Bahwa syahadat adalah janji, ikrar, dan sumpah yang kita ucapkan kepada Allah sehingga konsekuensinya menuntut kita untuk selalu berpegang teguh dan tidak pernah mengkhianati (dengan berbagai macam cara) ikrar tersebut. Juga syahadat adalah satunya-satunya jalan menuju kebahagiaan (sejati) dunia dan akhirat,  jika kita istiqamah dalam iman kita.

Ternyata menyadarinya saja belumlah cukup, setelah kita menyadari dan tau konsekuensinya. Yang kita lakukan selanjutnya adalah bersiap – siap. Sehingga kita siap atas segala kemungkinan yang terjadi.  Karena melalui penyadaran diri atas konsekuensi, pasti persiapan yang harus kita lakukan berbeda tergantung hal yang kita lakukan.

Jadi..Sahabat, Sadari dan bersiaplah , karena setiap hal ada konsekuensinya. Jangan sampai kita menyesal karena kesalahan dan kelalaian kita sendiri.

Wallahu a’lam

Posted on February 7, 2011, in Brainstorming, Dakwah, hikmah, Indahnya Islam and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: