Pameran penemuan cendekiawan muslim di Amerika

Islamedia — ‘’Apa yang mereka buat, menarik,’’ ujar Marissa Campis. Gadis cilik berusia 8 tahun itu mengomentari temuan yang menjadi favoritnya, kamera obscura. Di kemudian hari, temuan itu menjadi cikal bakal bagi perkembangan fotografi modern. Marissa mendapati temuan itu dalam “1,001 Inventions: Discover the Muslim Heritage in Our World”.

Ini merupakan sebuah pameran yang menggambarkan penemuan para cendekiawan Muslim dari abad ketujuh hingga ke-17, yang digelar di New York Hall of Science, Queens, New York. Pameran tersebut diusung oleh the Foundation for Science, Technology and Civilisation (FSTC), sebuah lembaga nirlaba yang berbasis di Inggris.
Pameran di New York akan berlangsung hingga April mendatang. Dan New York, menjadi kota pertama untuk mengenalkan kejayaan Islam di Amerika Serikat (AS).Selanjutnya, pameran digelar di California Science Center, Los Angeles kemudian National Geographic Museum, Washington DC pada 2012.

Sebelum merambah ke AS, FSTC menyelenggarakan pameran di London, Inggris dan Istanbul Turki. Gelaran ini telah mampu menarik sebanyak 800 ribu pengunjung. Pameran sains ini, juga menarik minat Marissa Campis beserta teman sebayanya serta keluarga dan orang-orang dewasa lainnya. Sebab, di sana mereka mendapatkan penjelasan mengenai bagaimana temuan-temuan saintifik itu bekerja. Menurut Marium Sattar, mahasiswa School of Journalism, Columbia University, dalam artikelnya yang dikutip Middle East Online, Rabu (5/1), langkah FSTC ini bisa menjadi bagian dari kampanye memupus citra buruk terhadap Islam dan Muslim.

Sebuah laporan yang dirilis Pew Research Center pada 2009, menyatakan, sebanyak 38 persen warga Amerika menilai Islam mendorong kekerasan dibandingkan keyakinan lainnya. Pameran ini, menghadirkan fakta sebaliknya. Muslim mempunyai warisan budaya dan ilmu pengetahuan yang sangat kaya.

Pencapaian gemilang dalam ilmu pengetahuan oleh Muslim yang digambarkan melalui pameran ini, tentu membuat pengunjung tertegun. Sebab, selama ini mereka mungkin tak pernah tahu soal itu. Apalagi kemajuan Muslim di abad pertengahan tak pernah diajarkan di sekolah-sekolah di Barat.

Saat pengunjung melintasi aula yang bernuansa ungu dan emas, mereka mendapati sebuah replika jam air setinggi 20 kaki yang dibuat oleh cendekiawan Muslim, Al-Jazari. Di seberangnya, terlihat modal mesin terbang yang dirancang pada abad ke-9 oleh ilmuwan bernama Abbas bin Firnas.

Banyak pihak yang memandang bahwa Abbas merupakan orang pertama yang berpikir secara ilmiah untuk menemukan cara untuk terbang. Fitur lain yang mengagumkan dalam pameran di New York itu adalah kapal yang digunakan Laksmana Cheng Ho atau dikenal pula dengan panggilan Zheng He dalam pelayaran pada abad ke-15. Ukuran kapal sang laksamana seperti luas lapangan sepak bola. Meski bertema temuan-temuan ilmuwan Muslim, pameran ini juga tak menafikkan penemuan cendekiawan non-Muslim. Terbukti, ada display Maimonides, ahli fisika abad ke-12 dari Kordoba, Spanyol, yang banyak bekerja sama dengan para filsuf Muslim.

 

sumber: http://www.islamedia.web.id/2011/01/pameran-kejayaan-islam-di-new-york.html

Posted on January 10, 2011, in Indahnya Islam, Science, Wawasan and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: