Geodesi di Abad ke-21 (bagian 1: prolog)

Bismillahirrahmaanirrahim.

Berawal dari tugas suatu mata kuliah di ITB yang alhamdulillah sedikit “memaksa” saya untuk membaca artikel ini. Akhirnya tercetuslah keinginan untuk menerjemahkannya ke dalam bahasa indonesia, walaupun dengan kemampuan bahasa inggris yang seadanya. Semoga bisa jadi motivasi untuk memperdalam keilmuan saya ini lebih dalam dan bisa bikin tulisan sendiri nantinya tentang geodesi. Jadi intinya artikel ini adalah terjemahan bebas dari artikel di dalam jurnal ilmiah EOS. Apa itu EOS? saya gak akan panjang lebar lagi tentang hal tersebut,kalau ingin tahu bisa sahabat lihat di sini.

Artikel ini terbagi menjadi tujuh bagian, dan akan diawali dengan prolog.

Ok, selamat menikmati..semoga bermanfaat.

=====================================================

(Bagian 1: Prolog)

Dari bumi yang berbentuk datar, lalu bumi yang berbentuk bulat, hingga bumi yang kasar dan tidak beraturan bentuknya, pemahaman  orang akan bentuk dari planet kita dan bentang lahannya telah berubah secara dramatis dalam perjalanan sejarah kita. Kemajuan di bidang geodesi ini (studi mengenai ukuran Bumi, bentuk, orientasi, dan medan gravitasi lalu perubahannya dari waktu ke waktu) berkembang karena rasa ingin tahu manusia tentang Bumi dan karena adanya aplikasi geodesi dalam hal navigasi, surveying, dan pemetaan,  yang kesemuannya berada pada daerah praktis yang sangat bermanfaat bagi kepentingan masyarakat.

Saat ini, geodesi tidak berbeda banyak dari sebelumnya. Ruang lingkupnya sekarang memperhatikan juga perubahan bentuk permukaan Bumi,karena tidak jarang  perubahan – perubahan kecil yang dapat dideteksi berhubungan dengan hal – hal yang dapat menimbulkan dampak sosial yang besar seperti, pencairan es, kenaikan muka air laut, penurunan muka tanah, dan penipisan lapisan akuifer. Sebagai contoh , banyaknya es di kutub yang meleleh dapat diperkirakan dengan cara kombinasi pengukuran dari satelit yang digunakan untuk mengukur gaya berat dan pengukuran dengan satelit GPS (Global Positioning System).  Estimasi global dari perubahan muka air laut juga diukur dengan menggunakan satelit altimetry diseluruh  laut. Penipsian lapisan akuifer akibat ulah manusia juga dapat diamati menggunakan teknologi satelit SAR (Synthetic aperture radar).

Studi mengenai geodesi di abad ke 21 didominasi oleh pengukuran geodetik dari ruang angkasa. Pengukuran geodetik dari ruang angkasa tersebut menggunakan beberapa teknik yang bergantung pada jarak yang presisi atau pengukuran fase yang ditransmisikan atau dipantulkan dari benda luar angkasa, seperi  quasar, Bulan, atau satelit buatan manusia. Pengukuran geodetik ruang angkasa dimulai pada tahun 1980-an, yang telah mempunyai tingkat akurasi  antara 5 – 10 sentimeter.  Pengukuran ini dilakukan secara global dan dihasilkanlah pengamatan langsung pertama dari pergerakan lempeng tektonik. Perkembangan lebih lanjut dari teknologi geodetik ruang angkasa telah meningkatkan akurasi hingga tingkat subsentimeter.

Saat ini, pengamatan geodetik dari ruang angkasa dapat mendeteksi pergerakan kecil dari permukaan Bumi yang bersifat solid maupun fluid, juga perubahan – perubahan yang terjadi di atmosfir dan ionosfir. Oleh karena itu, geodesi mempunyai banyak aplikasi dalam berbagai bidang dan juga terus meluas melampaui peran tradisionalnya dalam mempelajari ilmu tentang Bumi.

.

Sumber: terjemahan bebas dari artikel “Geodesy in the 21st Century” (EOS, 2009).

naskah asli dapat diunduh di : http://www.unavco.org/research_science/science-apps/2009EOS-Article.pdf

 

Posted on November 18, 2010, in Geodesi banget, Science. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: