Ka’ab bin Malik dan kisahnya yang abadi sepanjang masa. (final: the Beginning)

Saat itu, aku mendengar suara orang yang berteriak dari atas gunung Sal’in. Orang itu mengatakan, “Wahai Ka’ab bin Malik, bergembiralah.”

Setelah mendengar suara itu, aku bersujud. Aku mengetahui bahwa berita gembira akan datang.

Selesai shalat subuh, Rasulullah saw. memberi tahu kaum muslimin bahwa Allah swt. Telah menerima tobat kami, sehingga orang-orang berhamburan memberitahukannya kepada kami. Ada seorang laki-laki datang dengan mengendarai kuda, dan ada seorang laki-laki dari Bani Aslam datang dengan berjalan kaki meleawti gunung da suara mereka lebih cepat dari kuda mereka.

Ketika orang yang memberikan kabar gembira sampai ke rumahku, aku langsung melepas pakaianku, dan kupakaikan kepadanya. Padahal saat itu, aku tidak mempunyai pakaian yang lain. Lalu aku meminjam pakaian dan berangkat untuk menemui Rasulullah saw. Kaum muslimin mengucapkan selamat kepadaku secara bergantian. Mereka berkata , “Bergembiralah dengan penerimaan tobat dari Allah,” hingga aku masuk ke mesjid.

Saat itu Rasulullah saw. sedang duduk dikelilingi para sahabat. Melihat kedatanganku, Thalhah bin Ubaidillah berdiri berjalan cepat untuk menyambutku. Ia menyalami dan mengucapkan selamat kepadaku. Selain dia, tiadk ada orang Muhajirin yang berdiri untuk menyambutku. Ka’ab bin Malik akan selalu mengingatnya karena kebaikannya itu.

Ketika aku mengucapkan salam kepada Rasulullah saw., beliau menjawab dengan muka berseri – seri, “Bergembiralah dengan hari yang terbaik sejak ibumu melahirkanmu.”

Aku bertanya,”Ya Rasulullah, dari engkau atau dari Allah?”

Beliau menjawab, “Bukan dariku, tapi dari Allah yang Mahamulia da Maha Agung.”

Apabila bergembira , muka Rasulullah bersinar bagaikan belahan bulan.

Ketika aku duduk di depan beliau, aku berkata, “Ya Rasulullah, di antara tobatku (sebagai rasa syukur), aku shadaqahkan hartaku untuk Allah dan Rasul-Nya.”

Rasulullah bersabda, “Biarkan sebagian hartamu tetap menjadi milikmu.Itu akan lebih baik bagimu.”

Aku berkata,”Aku masih punya bagianku di Khaibar ya Rasulullah, sesungguhnya , Allah yang Mahatinggi menyelamatkanku karena berkata jujur. Di antara bentuk tobatku adalah aku berjanji untuk selalu berkata jujur selama aku hidup.”

Demi Allah, aku tidak mengetahui seorangpun dari kaum muslimin yang diberi nikmat berkata jujur oleh Allah swt., yang lebih baik daripada kejujuran yang Allah berikan kepadaku, sejak aku berjanji untuk selalu berkata kepada Rasulullah.

Demi Allah, aku tidak pernah berbohong sejak aku mengatakan hal itu kepada Rasulullah hingga hari ini. Semoga Allah memeliharaku pada masa – masa berikutnya.

Lalu Allah swt. Menurunkan firman-Nya.

Sesungguhnya Allah telah menerima tobat Nabi, orang-orang muhajirin dan orang-orang Ansar, yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima tobat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka, dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan tobat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa mereka pun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima tobat mereka agar mereka tetap dalam tobatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. (TQS 9 : 117-119)

Demi Allah tidak ada nikmat Allah yang lebih besar bagiku, setelah Allah memberikan petunjuk islam kepadaku, selain kejujuranku kepada Rasulullah, sehingga aku tidak binasa, sebagaimana yang dialami oleh mereka yang membohongi beliau. Allah berfirman tentang mereka dengan nada yang sangat menghinakan,

Kelak mereka akan bersumpah kepadamu dengan nama Allah, apabila kamu kembali kepada mereka, supaya kamu berpaling dari mereka. Maka berpalinglah dari mereka; karena sesungguhnya mereka itu adalah najis dan tempat mereka Jahanam; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. Mereka akan bersumpah kepadamu, agar kamu rida kepada mereka. Tetapi jika sekiranya kamu rida kepada mereka, maka sesungguhnya Allah tidak rida kepada orang-orang yang fasik itu. (TQS 9 : 95-96)

Kami bertiga berbeda dengan mereka yang alasannya diterima oleh Rasulullah ketika mereka bersumpah. Rasulullah mengambil janji mereka dan memintakan ampunan kepada Allah untuk mereka. Sementara itu, urusan kami bertiga ditangguhkan, hingga Allah memberikan keputusan-Nya.

Maksud firman Allah. “…Dan kepada orang-orang yang ditangguhkan…,” bukan ditangguhkan (tertinggal) dari perang, tetapi ditangguhkannya urusan mereka, berbeda dengan orang yang bersumpah (palsu) lalu menyampaikan alasan Rasul menerima alasan mereka.

(Muttafaq ‘alaih)

Subhanallah, kisah dan  perjuangan luar biasa yang dilakukan tiga orang hamba Allah bernama Ka’ab bin Malik , Murarah bin Rabi’ah dan Hilal bin Umayah Al-Waqifi. Menurut saya pribadi dengan “diabadikan”nya kisah ini pastinya banyak pelajaran dan hikmah yang Allah mau ceritakan kepada kita. Dan bukan hal yang aneh kalau kita harus men”tafakuri”nya (memikirkan lebih mendalam) agar kita mendapat pelajaran-pelajaran yang ada didalamnya.

Didalam kisah ini kita mendapat pelajaran betapa “pahitnya” menjaga nilai kejujuran pada awalnya, walaupun kita tahu ada buah yang manis menunggu kita diakhirnya. Didalam kisah ini juga kita belajar tentang ujia yang pasti datang dalam hidup kita tak lain adalah tangga untuk membuat kita menjadi manusia yang lebih baik jika kita dapat melewatinya dengan baik sesuai ketentuan Allah. Didalam kisah ini kita diingatkan lagi tentang luasnya pintu taubat dari Allah yang tidak akan tertutup selama kita masih diberikan waktu di dunia.

Wallahu A’lam.

Posted on April 12, 2010, in Indahnya Islam, Sirah sahabat. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: