Ka’ab bin Malik dan kisahnya yang abadi sepanjang masa. (part one: kelalaian dan kebimbangan)

“Sesungguhnya Allah telah menerima tobat Nabi, orang-orang muhajirin dan orang-orang Ansar, yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima tobat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka,dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan tobat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa mereka pun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima tobat mereka agar mereka tetap dalam tobatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (jujur).” (TQS At-taubah 117-119)

.

Asalamu’alaikum.

Klo denger/baca ayat di atas g lengkap rasanya kalau g menyinggung seorang Ka’ab bin Malik ra. Berikut kisah penuturan seorang Ka’ab bin Malik ra. yang diambil dari terjemahan kitab “riyadhus shalihin”-nya Imam Nawawi. Banyak pelajaran yang bisa diambil dan krn seneng bgt sama cerita ini jadinya pengen berbagi sm temen2 skalian. Karena kisahnya panjang,trus klo dipotong ga asik lagi ,tulisan ini dibagi menjadi 3 bagian, tanpa banyak bicara lagi berikut kisahnya, kisah yang abadi sepanjang masa.
Selamat menikmati.
====================================================================================================

Abdillah bin Ka’ab bin Malik ra. berkata, “Aku mendengar Ka’ab bin Malik ra. menceritakan kisahnya ketika tidak mengikuti perang Tabuk bersama Rasulullah.

Ka’ab berkata : ‘Aku tidak pernah absen dari peperangan bersama Rasullulah saw, kecuali pada perang Tabuk, Aku juga absen dari perang Badar, namun Rasulullah tidak pernah mencela orang yang tidak mengikutinya.Sesungguhnya pada saat itu (saat perang Tabuk) kondisi ekonomi dan fisikku sangat baik.Aku mempunyai dua kendaraan (kuda) yang belum pernah kumiliki sebelumnya. Setiap kali hendak berperang Rasullulah saw tidak pernah menjelaskannya secara terang-terangan, kecuali  Perang Tabuk.

Perang itu terjadi di musim yang sangat panas, jarak yang ditempuh sangat jauh, dan gurun sahara yang kering kerontang harus dilewati. Musuh yang akan dihadapi pun jumlahnya sangat banyak.Beliau menjelaskan rencana ini kepada kaum muslimin agar mereka menyiapkan perbekalan yang dibutuhkan.Beliau juga menjelaskan arah perjalanan yang dituju.Kaum musllimin yang ikut berperang jumlahnya sangat banyak sehingga tidak tercatat seluruhnya. Orang-orang yang absen dari perang ini mengira tidak akan diketahui oleh rasulullah, kecuali jika ada wahyu yang turun dari Allah.Rasulullah berangkat ke Tabuk saat pohon-pohon mulai berbuah dan dedaunan pun telah rindang sehingga aku lebih cenderung untuk tinggal di rumah.

Rasulullah dan kaum muslimin mulai mempersiapkan perbekalan.Aku pun ingin menyiapkan perbekalanku untuk perang ini. Aku pulang ke rumah, tapi tidak melakukan sesuatu.Aku berkata kepada diriku, “Aku mampu melakukannya jika aku mau.”Aku terus mengulur-ulur waktu hingga kaum muslimin siap dengan perbekalannya masing-masing.

Keesokan harinya , Rasulullah dan kaum muslimin berangkat, sementara aku belum menyiapakan apa-apa.Aku berangkat ke kebun, lalu pulang ke rumah tanpa melakukan sesuatu (tidak menyiapkan perbekalan untuk perjalanan ke Tabuk). Hal itu terus tertunda.

Kaum muslimin sudah berangkat dan melaju dengan cepat . Terlintas dalam hatiku untuk berangkat dan menyusul mereka.(Seandainya itu aku lakukan). Namun, hal itu pun tidak aku lakukan.

Ketika aku keluar rumah , aku merasa sedih karena aku hanya menjumpai lelaki-lelaki yang dikenal sebagai orang-orang munafik, atau oarang-orang lemah yang telah mendapatkan keringanan dari Allah.

Rasulullah tidak menyebutku kecuali setelah tiba di Tabuk. Beliau bertanya “Apa yang dilakukan Ka’ab bin Malik?”

Seorang laki-laki dari Bani Salamah menjawb , “Ya Rasulullah, dia tidak ikut berangkat karena tertahan oleh dua pakaiannya dan dua lengannya” (kiasan yang berarti bangga dan sombong).

Muadz bi Jabal ra. berkata , “sungguh buruk apa yang engkau katakan.” Lalu ia berkata kepada Rasulullah , “Ya Rasulullah, demi Allah, kami tidak mengetahui apa yang dilakukannya kecuali kebaikan.” Rasulullah pun diam.

Ketika aku mendengar bahwa Rasulullah saw. Telah meninggalkan Tabuk , aku sedih. Terlintas dalam benakku untuk membohongi beliau. Aku berkata kepada diriku sendiri,” Dengan cara apa agar aku bisa terlepas dari kebencian beliau.” Akupun bermusyawarah dengan keluargaku. Ketika diberitakan bahwa Rasullulah saw. Sudah semakin dekat dengan kota Madinah, segala rencana kotorku lenyap. Aku sadar bahwa berdusta tidak akan menyelesaikan masalah, lalu aku bertekad untuk berkata jujur kepada beliau.

Keesokan harinya , Rasulullah saw. tiba. Biasanya, bila beliau pulang dari bepergian , beliau masuk ke mesjid terlebih dahulu, lalu shalat dua rakaat. Kemudian , beliau duduk menyambut kaum muslimin yang menghadapnya.

Saat itulah orang –orang yang tidak mengikuti perang Tabuk datang menyampaikan alasan mereka dengan bersumpah-sumpah dihadapan beliau. Jumlah mereka lebih dari 80 orang. Rasulullah saw. menerima  apa yang mereka kemukakan dan mengambil janji dari mereka, serta memintakan ampun untuk mereka. Sedangkan isi hati mereka yang sebenarnya beliau serahkan kepada Allah

Lalu aku datang…(bersambung)

Sumber :

Syarah dan Terjemah Riyadhus Shalihin Jilid 1

Posted on March 4, 2010, in Indahnya Islam. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: