Shalat Gerhana.

Karena baru aja pagi (dini hari) ini ada gerhana bulan dan ternyata banyak juga orang yang gak tau cara untuk melakukan shalat gerhana termasuk saya (karena jarang bgt kali ya) , jadi saya coba menuliskan dan berbagi gimana sih tata cara shalat gerhana.

.

Sebelum ke tata caranya alangkah lebih baik kita ketahui dulu pengertiannya dan sejarah disyari’atkannya shalat gerhana.

Menurut para ahli fiqih bila terjadi gerhana matahari disebut “kusuf” dan bila gerhana bulan disebut “khusuf”. Kusuf sendiri menurut bahasa adalah berubah menjadi hitam.

Pertama kali disyari’atkannya shalat khusuf ataupun kusuf , adalah di zaman Nabi ketika beliau berada di Madinah bertepatan dengan wafatnya putra Rasulullah SAW yaitu Ibrahim.

Lalu tata cara dilakukannya shalat gerhana dapat dilihat di hadist di bawah ini:

Dari ‘Aisyah bahwasannya ia berkata : telah terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah SAW. Maka beliau shalat bersama orang-orang , maka beliau berdiri dan memanjangkan berdirinya, kemudian ruku’ maka memanjangkan ruku’nya , kemudian dia berdiri lagi maka ia memanjangkan berdirinya dengan tidak sepanjang berdirinya yang  pertama , kemudian dia ruku’ dengan ruku’ yang panjang dengan tidak sepanjang ruku’nya yang pertama, kemudian beliau sujud dengan memanjangkan sujudnya . Kemudian melakukan rakaat kedua seperti yang dia lakukan pada rakaat pertama. Kemudian dia berpaling dan berkhutbah kepada orang-orang sambil memuji dan menyanjung Allah Ta’ala dan beliau berkata “Sesungguhnya Matahari dan Bulan adalah tanda-tanda kekuasaan Allah Ta’ala , yang tidak (ada kaitan) kedua gerhana tersebut dengan kematian dan kehidupan seseorang. Maka apabila kalian menyaksikannya maka berdo’alah kepada Allah , dan bertakbirlah , dan shalatlah dan bershadaqahlah. (HR. Bukhari) .

.

Dengan demikian apabila terjadi shalat gerhana maka disunahkan untuk bertakbir , shalat gerhana, dan bershadaqah.Sebagaimana hadist diatas.

.

Trus gimana tata cara shalatnya???

Seperti yang disebutkan diatas bahwa jumlah rakaat shalat gerhana adalah 2 raka’at dengan 4 ruku’ dan 4 sujud, dengan cara rakaat pertama membaca surat al-fatihah dan membaca ayat yang panjang kemudian ruku’ kemudian ‘itidal kemudian membaca surat al-fatihah dan membaca ayat kembali kemudian ruku’ kemudian i’tidal selanjutnya ruku’ 2 kali. Kemudian dilanjutkan pada raka’at kedua seperti rakaat pertama.

.

Nah gampang kan???

Klo gitu Shalat Gerhana yuk…

.

sumber : LPD Salman ITB

Posted on January 1, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. abu qotadah ibnul rrozaq

    Jazakallohu khoiron artikel yang sangat bermanfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: