<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Karya dari jari dan hati</title>
	<atom:link href="http://apandin.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://apandin.wordpress.com</link>
	<description>Sebuah karya kecil untuk mewujudkan mimpi besar</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Jan 2012 04:45:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='apandin.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/807f7d6ba5e2aea4df5b50babeec4064?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Karya dari jari dan hati</title>
		<link>http://apandin.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://apandin.wordpress.com/osd.xml" title="Karya dari jari dan hati" />
	<atom:link rel='hub' href='http://apandin.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Inspirasi Siang Hari di Kota Depok (Pembentukan Yayasan)</title>
		<link>http://apandin.wordpress.com/2011/08/26/inspirasi-siang-hari-di-kota-depok-pembentukan-yayasan/</link>
		<comments>http://apandin.wordpress.com/2011/08/26/inspirasi-siang-hari-di-kota-depok-pembentukan-yayasan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Aug 2011 09:24:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung Pandi Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Brainstorming]]></category>
		<category><![CDATA[Wawasan]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[ppsdms-nf]]></category>
		<category><![CDATA[yayasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apandin.wordpress.com/?p=881</guid>
		<description><![CDATA[“Orang yang hebat adalah orang yang dapat memberikan inspirasi bagi orang yang berinteraksi dengannya.” Setidaknya hal itulah yang selalu saya yakini ketika berinteraksi dengan sesorang. Terlebih lagi kalau inspirasi itu adalah inspirasi untuk berbuat kebaikan. Dan inspirasi itulah yang saya dapatkan beberapa hari yang lalu. Tepatnya hari Selasa 23 Agustus / Ramadhan lalu saya beserta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apandin.wordpress.com&amp;blog=3189254&amp;post=881&amp;subd=apandin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img title="Kantor pusat ppsdms" src="http://ppsdms.org/wp-content/uploads/2009/09/kantor-pusat-PPSDMS-300x272.jpg" alt="" width="300" height="272" /><p class="wp-caption-text">Kantor pusat ppsdms (ppsdms.org)</p></div>
<p>“Orang yang hebat adalah orang yang dapat memberikan inspirasi bagi orang yang berinteraksi dengannya.” Setidaknya hal itulah yang selalu saya yakini ketika berinteraksi dengan sesorang. Terlebih lagi kalau inspirasi itu adalah inspirasi untuk berbuat kebaikan. Dan inspirasi itulah yang saya dapatkan beberapa hari yang lalu. Tepatnya hari Selasa 23 Agustus / Ramadhan lalu saya beserta beberapa orang teman mendapatkan kesempatan untuk mendapat inspirasi itu.</p>
<p>Adalah Pak Bachtiar Firdaus , orang yang pada hari siang itu memberikan inspirasi yang luar biasa. Beliau adalah manajer bidang program kemitraan dan juga salah satu “<em>founding father</em>” PPSDMS-NF (Program pembinaan sumber daya manusia strategis Nurul Fikri). PPSDMS (liat profil lengkapnya di <a href="http://ppsdms.org">ppsdms.org</a>) adalah sebuah yayasan yang bergerak di bidang pembentukan pemimpin masa depan yang berbasis pembinaan berbentuk asrama yang tersebar pada beberapa perguruan tinggi negeri.</p>
<p>Dilatarbelakangi rencana saya dan beberapa orang teman almuni dan calon almuni ITB untuk membentuk suatu yayasan yang bergerak di bidang pendidikan pembentukan karakter. Kami pun bertolak dari Bandung untuk mengadakan studi banding ke PPSDMS yang kantor pusatnya berada di bilangan kota Depok. Sebuah yayasan yang menurut perspektif kami cukup besar, mapan, dan sukses.</p>
<p>Jam menunjukkan pukul 13.35 saat kami sampai disana, yang itu berarti terlambat 35 menit dari janji kami untuk bertemu, yaitu pukul 13.00. Keterlambatan yang disebabkan oleh suatu kejadian yang cukup membuat diri tersenyum kalau mengingatnya. (sengaja tidak saya ceritakan disini, khawatir membuka aib saudara sendiri&#8230;terus buat yang merasa lalu membaca ini, satu kata dari saya: ”Pisss”, hehe..). Sebuah kesalahan kecil yang membuat kami harus berjalan memutar cukup jauh untuk mencapai tempat tujuan.</p>
<p>Setelah sampai dan shalat , kami segera menemui beliau di kantornya. Beliau segera menyambut kami dengan hangat tanpa menyuguhi sesuatu (ya iyalah ..bulan puasa gitu.., hehe). Diawali dengan pembukaan dan penjelasan maksud kami datang kesini , dll. Beliau pun memulai dengan <em>sharing</em> pendirian awal PPSDM yang penuh liku, perjuangan, dan pengorbanan. Sehingga begitu mendengarnya, terbesit dalam benak bahwa wajar saja organisasi ini dapat sebesar sekarang.</p>
<p>Mulai dari mimpi yang besar, keterbatasan sumber daya, perjuangan memperjuangkan idealisme , hingga pengorbanan yang besar (salah satunya bagaimana pengurusnya pada awal-awal pembentukannya harus tahan untuk tidak digaji). Organisasi yang memulai programnya pada tahun 2002 dari satu asrama dan kantor yang sangat kecil ini , dapat berkembangan memliki asrama yang banyak dan kantor yang bisa dibilang cukup megah.</p>
<p>Selama sesi <em>sharing</em> dan tanya jawab tersebut, beliau menyampaikan beberapa tips bagaimana sebuah yayasan bisa menjadi yayasan yang besar. Yang pertama adalah Legalitas lembaga, tidak usah diperdebatkan deh apa pentingnya legalitas bagi suatu organisasi, terlebih suatu yayasan. Yang kedua adalah adanya SDM yang <em>full time</em> mengurusi yayasan tersebut, sehingga suatu yayasan tidak menjadi yayasan yang angin-anginan. Yaitu banyak agenda kalau para pengurusnya senggang saja (istilah beliau adalah paguyuban yang keberjalannya hidup segan , mati tak mau). Yang ketiga adalah modal awal sehingga program yang direncanakan dapat berjalan. Yang keempat adalah program yang baik, profesional, dan menjual ditambah dengan PR (P<em>ublic Relation</em>) yang baik. Lalu yang terakhir adalah daya ungkit yang baik (dalam bahasa beliau adalah dewan pembina dan penyantun yang baik dan berpartisipasi aktif). Yang kesemuanya dikemas dalam mimpi besar pada awalnya. Dan visi yang jelas mau dibawa kemana organisasi tersebut pada akhirnya, entah 3 tahun kedepan, 5 tahun kedepan, dan seterusnya. Yang kalau menggunakan istilah Stephen Covey adalah “Start from the end” atau “Maalikiyau middin” dalam terminologi Al-Qur’an.</p>
<p>Selain tips tadi, pengetahuan akan lembaga yang akan kita buat juga tidak kalah pentingnya. Untuk sebuah yayasan misalnya ada beberapa peraturan berupa undang-undang maupun peraturan pemerintah yang mengatur hal ini, peraturan tersebut antara lain:</p>
<p>(PP RI No. 63 Tahun 2008 Tentang Pelaksanaan Undang-undang Tentang Yayasan) <a href="http://prokum.esdm.go.id/pp/2008/PP%2063%202008.pdf">http://prokum.esdm.go.id/pp/2008/PP%2063%202008.pdf</a></p>
<p>(UU No. 28 Tahun 2004 Tentang Perubahan UU No.16 Tahun 2001)<a href="http://djkd.depdagri.go.id/download.php?namafile=46_1.pdf&amp;jenis=produkhukum">http://djkd.depdagri.go.id/download.php?namafile=46_1.pdf&amp;jenis=produkhukum</a></p>
<p>(UU No. 16 Tahun 2001 Tentang Yayasan)<a href="http://www.bpkp.go.id/uu/filedownload/2/42/333.bpkp">http://www.bpkp.go.id/uu/filedownload/2/42/333.bpkp</a></p>
<p>Setelah sekian lama berbincan tidak terasa waktu berlalu begitu cepat, kami pun harus mengakhiri pertemuan singkat kami. Berbekal insiprasi, kami bertolak ke kampus UI untuk menunggu waktu berbuka. Setelah shalat Isya kami langsung berangkat ke kota Bandung tercinta. Lalu apakah yayasan kami akan menjadi yayasan yang besar dan berkontribusi nyata untuk banga dan umat manusia secara umum? Biarkan kami dan waktu yang akan menjawabnya.</p>
<p> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apandin.wordpress.com/881/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apandin.wordpress.com/881/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apandin.wordpress.com/881/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apandin.wordpress.com/881/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apandin.wordpress.com/881/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apandin.wordpress.com/881/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apandin.wordpress.com/881/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apandin.wordpress.com/881/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apandin.wordpress.com/881/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apandin.wordpress.com/881/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apandin.wordpress.com/881/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apandin.wordpress.com/881/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apandin.wordpress.com/881/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apandin.wordpress.com/881/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apandin.wordpress.com&amp;blog=3189254&amp;post=881&amp;subd=apandin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apandin.wordpress.com/2011/08/26/inspirasi-siang-hari-di-kota-depok-pembentukan-yayasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/01371d6401c88a31f10a601fcf4f534d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Agung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppsdms.org/wp-content/uploads/2009/09/kantor-pusat-PPSDMS-300x272.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kantor pusat ppsdms</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bulan Ramadlan : Stasiun Besar Musafir Iman (KH Rahmat Abdullah)</title>
		<link>http://apandin.wordpress.com/2011/08/07/bulan-ramadlan-stasiun-besar-musafir-iman-kh-rahmat-abdullah/</link>
		<comments>http://apandin.wordpress.com/2011/08/07/bulan-ramadlan-stasiun-besar-musafir-iman-kh-rahmat-abdullah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Aug 2011 08:43:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung Pandi Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Indahnya Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pesona Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Wawasan]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Rahmat Abdullah]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apandin.wordpress.com/?p=862</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ustad yang satu ini memang selalu menjadi salah satu favorit saya. Selain gaya bahasanya yang indah walaupun terkadang (bahkan seringkali) membingungkan , makna yang terkandung di dalam penuturan tulisannya selalu sarat akan hikmah,  seolah tidak habis-habis untuk digali dan dibaca berulang-ulang. Kalau katanya kritikus makanan yang terkenal&#8230;top markotop deh&#8230;hehe. Tanpa berpanjang-lebar ,tema tulisan beliau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apandin.wordpress.com&amp;blog=3189254&amp;post=862&amp;subd=apandin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://apandin.files.wordpress.com/2011/08/railfanskulonrailwaysblogspotcom-sthall.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-864" title="sthall" src="http://apandin.files.wordpress.com/2011/08/railfanskulonrailwaysblogspotcom-sthall.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" width="300" height="165" /></a></p>
<p>Tulisan ustad yang satu ini memang selalu menjadi salah satu favorit saya. Selain gaya bahasanya yang indah walaupun terkadang (bahkan seringkali) membingungkan , makna yang terkandung di dalam penuturan tulisannya selalu sarat akan hikmah,  seolah tidak habis-habis untuk digali dan dibaca berulang-ulang. Kalau katanya kritikus makanan yang terkenal&#8230;top markotop deh&#8230;hehe. Tanpa berpanjang-lebar ,tema tulisan beliau kali ini tentang Ramadhan yang secara kebetulan saya dapatkan ketika lagi searching2 tulisan tentang Ramadhan. Semoga bermanfaat sahabat. ^^</p>
<p>.</p>
<h2>Bulan Ramadlan : Stasiun Besar Musafir Iman</h2>
<p>Oleh : Ustadz KH Rahmat Abdullah (Allahu yarham)</p>
<p>Tak pernah air melawan qudrat yang ALLAH ciptakan untuknya, mencari dataran rendah, menjadi semakin kuat ketika dibendung dan menjadi nyawa kehidupan. Lidah api selalu menjulang dan udara selalu mencari daerah minimum dari kawasan maksimum, angin pun berhembus. Edaran yang pasti pada keluarga galaksi, membuat manusia dapat membuat mesin pengukur waktu, kronometer, menulis sejarah, catatan musim dan penanggalan. Semua bergerak dalam harmoni yang menakjubkan.</p>
<p>Ruh pun – dengan karakternya sebagai ciptaan ALLAH – menerobos kesulitan mengaktualisasikan dirinya yang klasik saat tarikan gravitasi ‘bumi jasad’ memberatkan penjelajahannya menembus hambatan dan badai cakrawala.</p>
<p>Kini – di bulan ini (Ramadhan)– ia jadi begitu ringan, menjelajah ‘langit ruhani’. Carilah bulan – diluar Ramadlan – saat orang dapat mengkhatamkan tilawah satu, dua, tiga sampai empat kali dalam sebulan. Carilah momentum saat orang berdiri lama di malam hari menyelesaikan sebelas atau dua puluh tiga rakaat. Carilah musim kebajikan saat orang begitu santainya melepaskan ‘ular harta’ yang membelitnya.</p>
<p>Inilah momen yang membuka seluas-luasnya kesempatan ruh mengeksiskan dirinya dan mendekap erat-erat fitrah dan karakternya.</p>
<p><em>Marhaban ya Syahra Ramadlan Marhaban Syahra’ Shiyami</em></p>
<p><em>Marhaban ya Syahra Ramadlan Marhaban Syahra’ al-Qiyami</em></p>
<p><strong>Keqariban di Tengah Keghariban (pendekatan diri ditengah keterasingan)</strong></p>
<p><strong></strong>Ahli zaman kini mungkin leluasa menertawakan muslim badui yang bersahaja, saat ia bertanya: “Ya Rasul ALLAH, dekatkah Tuhan kita, sehingga saya cukup berbisik saja atau jauhkah Ia sehingga saya harus berseru kepada-Nya?”</p>
<p>Sebagian kita telah begitu ‘canggih’ memperkatakan Tuhan. Yang lain merasa bebas ketika ‘beban-beban orang bertuhan’ telah mereka persetankan.</p>
<p>Bagaimana rupa hati yang Ia tiada bertahta disana? Betapa miskinnya anak-anak zaman, saat mereka saling benci dan bantai. Betapa sengsaranya mereka saat menikmati kebebasan semu; makan, minum, seks, riba, suap,<br />
syahwat, dan seterusnya. padahal mereka masih berpijak di bumi-Nya.</p>
<p>Betapa menyedihkan, kader yang grogi menghadapi kehidupan dan persoalan, padahal Ia yang memberinya titah untuk menuturkan pesan suci-Nya. Betapa bodohnya masinis yang telah mendapatkan peta perjalanan, kisah kawasan rawan, mesin kereta yang luar biasa tangguh dan rambu-rambu yang sempurna, lalu masih membawa keluar lokonya dari rel, untuk kemudian menangis-nangis lagi di stasiun berikut, meratapi kekeliruannya. Begitulah berulang<br />
seterusnya.</p>
<p>Semua ayat dari 183-187 surat Al-Baqarah bicara secara tekstual tentang puasa. Hanya satu ayat yang tidak menyentuhnya secara tekstual, namun sulit untuk mengeluarkannya dari inti hikmah puasa. <em>“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (katakanlah): ‘Sesungguhnya Aku ini dekat…”</em> (Al-Baqarah:185).</p>
<p>Apa yang terjadi pada manusia dengan dada hampa kekariban (kedekatan) ini? Mereka jadi pandai tampil dengan wajah tanpa dosa didepan publik, padahal beberapa menit sebelum atau sesudah tampilan ini mereka menjadi drakula dan vampir yang haus darah, bukan lagi menjadi nyamuk yang zuhud. Mereka menjadi lalat yang<br />
terjun langsung ke bangkai-bangkai, menjadi babi rakus yang tak bermalu, atau kera, tukang tiru yang rakus.</p>
<p>Bagaimana mereka menyelesaikan masalah antar mereka? Bakar rumah, tebang pohon bermil-mil, hancurkan hutan demi kepentingan pribadi dan keluarga, tawuran antar warga atau anggota lembaga tinggi negara, bisniskan hukum,<br />
jual bangsa kepada bangsa asing dan rentenir dunia. Berjuta pil pembunuh mengisi kekosongan hati ini. Berapa lagi bayi lahir tanpa status bapak yang syar’i? Berapa lagi rakyat yang menjadi keledai tunggangan para politisi<br />
bandit? Berapa banyak lagi ayat-ayat dan pesan dibacakan sementara hati tetap membatu? Berapa banyak kurban berjatuhan sementara sesama saudara saling tidak peduli?</p>
<p><strong>Nuzul Qur’an di Hira, Nuzul di Hati</strong></p>
<p>Ketika pertama kali Alqur’an diturunkan, ia telah menjadi petunjuk untuk seluruh manusia. Ia menjadi petunjuk yang sesungguhnya bagi mereka yang menjalankan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya. Ia benar-benar<br />
berguna bagi kaum beriman dan menjadi kerugian bagi kaum yang zalim. Kelak saatnya orang menyalahkan rambu-rambu, padahal tanpa rambu-rambu kehidupan menjadi kacau. Ada juga orang berfikir, malam qadar itu selesai sudah, karena ALLAH menyatakannya dengan <em>Anzalnahu</em> (kami telah menurunkannya), tanpa melihat tajam-tajam pada kata<em>tanazzalu’l Malaikatu wa’l Ruhu</em> (pada malam itu turun menurunlah Malaikat dan Ruh), dengan kata kerja permanen.</p>
<p>Bila malam adalah malam, saat matahari terbenam, siapa warga negeri yang tak menemukan malam; kafirnya dan mukminnya, fasiqnya dan shalihnya, munafiqnya dan shiddiqnya, Yahudinya dan Nasraninya? Jadi apakah malam itu malam fisika yang meliput semua orang di kawasan?</p>
<p>Jadi ketika Ramadlan di gua Hira itu malamnya disebut malam qadar, saat turun sebuah pedoman hidup yang terbaca dan terjaga, maka betapa bahagianya setiap mukmin yang sadar dengan Nuzulnya Alqur’an di hati pada malam qadarnya masing-masing, saat jiwa menemukan jati dirinya yang selalu merindu dan mencari sang Pencipta. Yang tetap terbelenggu selama hayat dikandung badan, seperti badan pun tak dapat melampiaskan kesenangannya, karena selalu ada keterbatasan bagi setiap kesenangan. Batas makanan dan minuman yang lezat adalah kterbatasan perut dan segala yang lahir dari proses tersebut. Batas kesenangan libido ialah menghilangnya kegembiraan di puncak<br />
kesenangan. Batas nikmatnya dunia ialah ketika ajal tiba-tiba menemukan rambu-rambu:Stop!</p>
<p><strong>Alqur’an dulu, baru yang lain</strong></p>
<p>Bacalah Alqur’an, ruh yang menghidupkan, sinari pemahaman dengan sunnah dan perkaya wawasan dengan sirah, niscaya Islam itu terasa ni’mat, harmoni, mudah, lapang dan serasi. Alqur’an membentuk frame berfikir. Alqur’an<br />
mainstream perjuangan. Nilai-nilainya menjadi tolok ukur keadilan, kewajaran dan kesesuaian dengan karakter, fitrah dan watak manusia. Penguasaan outline-nya menghindarkan pandangan parsial juz-i. Penda’wahannya dengan kelengkapan sunnah yang sederhana, menyentuh dan aksiomatis, akan memudahkan orang memahami Islam, menjauhkan perselisihan dan menghemat energi ummat.</p>
<p>Betapa da’wah Alqur’an dengan madrasah tahsin, tahfiz dan tafhimnya telah membangkitkan kembali semangat keislaman, bahkan di jantung tempat kelahirannya sendiri. Ahlinya selalu menjadi pelopor jihad di garis depan,<br />
jauh sejak awal sejarah ummat ini bermula. Bila Rasulullah meminta orang menurunkan jenazah dimintanya yang paling banyak penguasaan Qur’annya. Bila menyusun komposisi pasukan, diletakkannya pasukan yang lebih banyak<br />
hafalannya. Bahkan di masa awal sekali, ‘unjuk rasa’ pertama digelar dengan pertanyaan ‘Siapa yang berani membacakan surat Arrahman di Ka’bah?’. Dan Ibnu Mas’ud tampil dengan berani dan tak menyesal atau jera walaupun pingsan dipukuli musyrikin kota Makkah.</p>
<p><strong>Puasa: Da’wah, tarbiah, jihad dan disiplin</strong></p>
<p>Orang yang tertempa makan (sahur) di saat enaknya orang tertidur lelap atau berdiri lama malam hari dalam shalat qiyam Ramadlan setelah siangnya berlapar-haus, atau menahan semua pembatal lahir-batin, sudah sepantasnya mampu mengatasi masalah-masalah da’wah dan kehidupannya, tanpa keluhan, keputusasaan atau kepanikan. Musuh-musuh ummat mestinya belajar untuk mengerti bahwa bayi yang dilahirkan di tengah badai takkan gentar menghadapi deru angin. Yang biasa menggenggam api jangan diancam dengan percikan air. Mereka ummat yang biasa menantang dinginnya air di akhir malam, lapar dan haus di terik siang.</p>
<p>Mereka terbiasa memburu dan menunggu target perjuangan, jauh sampai ke akhirat negeri keabadian, dengan kekuatan yakin yang melebihi kepastian fajar menyingsing. Namun bagaimana mungkin bisa mengajar orang lain, orang yang tak mampu memahami ajarannya sendiri? <em>“Faqidu’s Syai’ la Yu’thihi” </em>(Yang tak punya apa-apa tak akan mampu memberi apa-apa).</p>
<p>Wahyu pertama turun di bulan Ramadlan, pertempuran dan <em>mubadarah</em> (inisiatif) awal di Badar juga di bulan Ramadlan dan <em>Futuh</em> (kemenangan) juga di bulan Ramadlan. Ini menjadi inspirasi betapa madrasah Ramadlan telah memproduk begitu banyak alumni unggulan yang izzah-nya membentang dari masyriq ke maghrib zaman.</p>
<p>Bila mulutmu bergetar dengan ayat-ayat suci dan hadits-hadits, mulut mereka juga menggetarkan kalimat yang sama. Adapun hati dan bukti, itu soal besar yg menunggu jawaban serius.</p>
<p>.</p>
<p>sumber</p>
<p>tulisan:<a href="http://www.al-ikhwan.net/bulan-ramadlan-stasiun-besar-musafir-iman-2965/">http://www.al-ikhwan.net/bulan-ramadlan-stasiun-besar-musafir-iman-2965/</a></p>
<p>gambar: railfanskulonrailwaysblogspot.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apandin.wordpress.com/862/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apandin.wordpress.com/862/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apandin.wordpress.com/862/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apandin.wordpress.com/862/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apandin.wordpress.com/862/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apandin.wordpress.com/862/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apandin.wordpress.com/862/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apandin.wordpress.com/862/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apandin.wordpress.com/862/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apandin.wordpress.com/862/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apandin.wordpress.com/862/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apandin.wordpress.com/862/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apandin.wordpress.com/862/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apandin.wordpress.com/862/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apandin.wordpress.com&amp;blog=3189254&amp;post=862&amp;subd=apandin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apandin.wordpress.com/2011/08/07/bulan-ramadlan-stasiun-besar-musafir-iman-kh-rahmat-abdullah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/01371d6401c88a31f10a601fcf4f534d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Agung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://apandin.files.wordpress.com/2011/08/railfanskulonrailwaysblogspotcom-sthall.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sthall</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyambut Ramadhan dengan Asa</title>
		<link>http://apandin.wordpress.com/2011/08/01/menyambut-ramadhan-dengan-asa/</link>
		<comments>http://apandin.wordpress.com/2011/08/01/menyambut-ramadhan-dengan-asa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2011 10:42:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung Pandi Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Brainstorming]]></category>
		<category><![CDATA[Indahnya Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pesona Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[asa]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[menyambut]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apandin.wordpress.com/?p=853</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah setelah lebih dari sebulan tidak muncul dalam dunia tulis-menulis blog. Hari ini di hari pertama di bulan Ramadhan yang mulia ini saya kembali mendapatkan kesempatan untuk berbagi inspirasi. Dan untuk tema tulisan kali ini tidak jauh dengan realita yang ada, yaitu menyambut bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan seperti yang mayoritas umat muslim ketahui, adalah suatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apandin.wordpress.com&amp;blog=3189254&amp;post=853&amp;subd=apandin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah setelah lebih dari sebulan tidak muncul dalam dunia tulis-menulis blog. Hari ini di hari pertama di bulan Ramadhan yang mulia ini saya kembali mendapatkan kesempatan untuk berbagi inspirasi. Dan untuk tema tulisan kali ini tidak jauh dengan realita yang ada, yaitu menyambut bulan Ramadhan.</p>
<p>Bulan Ramadhan seperti yang mayoritas umat muslim ketahui, adalah suatu waktu yang sangat agung dan istimewa dalam ajaran islam. Sehingga tidak jarang Ramadhan dijadikan suatu momentum dan inspirasi untuk melakukan suatu perubahan diri menuju yang lebih baik.</p>
<p>Di Negeri kita yang tercinta ini, banyak cara dan gaya dalam menyambut Ramadhan. Kesemuanya berbeda tergantung keadaan dan budaya masyarakat sekitar. Di Jawa Barat kita kenal ada acara &#8220;Munggahan&#8221;, di Jawa Timur kita kenal &#8220;Padusan&#8221;, dan lain-lain. Karena bukan ini yang akan saya angkat jadi dicukupkan saja bahasannya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Kembali dalam rangka menyambut Ramadhan. Sesuai dengan judulnya, terinspirasi oleh ceramah taraweh pembukaan Ramadhan yang saya rasa hampir mirip di berbagai tempat (pake khutbah nya Rasulullah yang memaparkan keutamaan-keutamaan Ramadhan) . Ternyata salah satu cara menyambut Ramadhan adalah dengan memupuk asa.</p>
<p>Asa a.k.a harapan memang harus senantiasa kita pupuk jika kita mau menjadi pribadi yang sukses dalam bidang apapun. Termasuk dalam menyambut dan menjalani Ramadhan. Yakin deh dengan setumpuk asa, insyaAllah kita akan dapat menjalani segala kegiatan di dalam Ramadhan dengan sebaik-baiknya.</p>
<p>Apa hubungannya asa dengan sukses dibulan Ramadhan?  Terus gimana cara agar asa selalu terpupuk sehingga Ramadhan kita insyaAllah sukses?</p>
<p>Ramadhan adalah salah satu waktu yang istimewa, dimana Allah banyak memberikan kita keistimewaan yang banyak. Salah satunya adalah dibukanya lebar-lebar pintu surga dan rahmat, juga ditutupnya rapat-rapat pintu neraka, dan masih banyak lagi.  Tentu kita berharap agar segala yang kita lakukan dapat dinilai sebagai ibadah di sisi Allah sehingga kita dapat mendapatkan keutamaan yang banyak dan tidak didapat diwaktu yang lain tersebut.</p>
<p>Ternyata untuk menumbuhkan dan memupuk asa, tidak semudah untuk diucap (tulis) kan, ada dua hal minimal yang harus kita persiapkan. Yang pertama adalah ilmu, yang kedua adalah keyakinan (keimanan).</p>
<p>Persiapan pertama adalah ilmu, dengan ilmu kita dapat mengetahui segala kebaikan dan keutamaan dalam bulan Ramadhan. Sehingga dapat menjadi moivasi kita dalam beribadah. Seperti contohnya:</p>
<blockquote><p>&#8220;Jika datang Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka dan syetan dibelenggu&#8221; (HR. Muslim)</p></blockquote>
<p>Lalu dengan ilmu, kita juga kita dapat mengetahui segalam macam cara beribadah yang  benar sehingga segala ibadah kita tidak sia-sia oleh karena kita salah dalam mengamalkannya. Contoh tidur untuk ibadah dalam bulan Ramadhan. Emang gak salah sih, tapi alangkah lebih baiknya kan jika kita isi waktu kita untuk hal yang jauh lebih bermanfaat selain tidur <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .  Juga dalam hal tarawih, kecil emang tapi pernah diingatkan bahwa terkadang kita ke masjid pada saat adzan isya itu niatnya buat tarawih, bukan buat shalat isya berjamaah tepat waktu dimasjid dulu. Emang gak salah &#8211; salah amat juga sih, tapi kan sayang kalau kita lebih &#8220;mendahulukan&#8221; yang sunnah daripada yang wajib (yang insyaAllah pahalanya juga lebih besar).</p>
<p>Lalau..yang kedua, setelah ilmu yang ternyata tidak cukup. Kita juga harus berusaha memiliki keyakinan (keimanan). Kenapa tidak cukup? Coba saja kita tanya ke dalam diri kita. Apakah kita sudah tahu keutamaan dalam bulan Ramadhan? Kalau sudah apakah kita sudah bersungguh-sungguh mengejar keutamaan tersebut? Jika belum bisa dibilang keimanan kita belum cukup untuk mengaktivasi ilmu kita menjadi amal nyata.</p>
<p>So&#8230;mumpung masih awal Ramadhan. Muailah cari sebanyak-banyaknya ilmu tentang keutamaan dan ibadah-ibadah di bulan Ramadhan.  Dekatkan diri kita kepada Allah, dan minta (berdo&#8217;a) kepada Allah agar kita diberi keimanan untuk meyakini dan mengamalkan ilmu yang kita punya. Sehingga asa dalam diri kita akan terpupuk sedikit demi sedikit bukan hanya dalam bulan Ramadhan tapi dibulan lain juga insyaAllah.</p>
<p>Terakhir&#8230;dengan memupuk asa, kita insyaallah akan selalu termotivasi untuk mengejar target akan janji-janji Allah tersebut. Juga mengisi tiap waktu (detik) kita pada bulan yang mulia ini dengan amal-amal (perbuatan-perbuatan) terbaik kita. Sehingga bulan ini harus jadi Ramadhan yang  jauuuuhhhhh&#8230;lebih baik dari Ramadhan tahun lalu.</p>
<p>.</p>
<p>Selamat memupuk asa sahabat. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Wallahu A&#8217;lam</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apandin.wordpress.com/853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apandin.wordpress.com/853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apandin.wordpress.com/853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apandin.wordpress.com/853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apandin.wordpress.com/853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apandin.wordpress.com/853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apandin.wordpress.com/853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apandin.wordpress.com/853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apandin.wordpress.com/853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apandin.wordpress.com/853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apandin.wordpress.com/853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apandin.wordpress.com/853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apandin.wordpress.com/853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apandin.wordpress.com/853/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apandin.wordpress.com&amp;blog=3189254&amp;post=853&amp;subd=apandin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apandin.wordpress.com/2011/08/01/menyambut-ramadhan-dengan-asa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/01371d6401c88a31f10a601fcf4f534d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Agung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lirik Lagu: Aku Bisa (oleh : AFI Junior)</title>
		<link>http://apandin.wordpress.com/2011/07/18/lirik-lagu-aku-bisa-oleh-afi-junior/</link>
		<comments>http://apandin.wordpress.com/2011/07/18/lirik-lagu-aku-bisa-oleh-afi-junior/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jul 2011 15:19:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung Pandi Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[lirik lagu]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[lirik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apandin.wordpress.com/?p=833</guid>
		<description><![CDATA[Kadang ku takut dan gugup Dan ku merasa oh-oh tak sanggup Melihat tantangan di sekitarku Aku merasa tak mampu Namun ku tak mau menyerah Aku tak ingin berputus asa Dengan gagah berani aku melangkah Dan berkata aku bisa… Aku bisa… aku pasti bisa… Ku harus terus berusaha Bila ku gagal itu tak mengapa Setidaknya ku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apandin.wordpress.com&amp;blog=3189254&amp;post=833&amp;subd=apandin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<pre><a href="http://apandin.files.wordpress.com/2011/07/yes-i-can.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-834" title="i can from somewhere" src="http://apandin.files.wordpress.com/2011/07/yes-i-can.jpg?w=300&#038;h=180" alt="" width="300" height="180" /></a>
Kadang ku takut dan gugup
Dan ku merasa oh-oh tak sanggup
Melihat tantangan di sekitarku
Aku merasa tak mampu

Namun ku tak mau menyerah
Aku tak ingin berputus asa
Dengan gagah berani aku melangkah
Dan berkata aku bisa…

Aku bisa… aku pasti bisa…
Ku harus terus berusaha
Bila ku gagal itu tak mengapa
Setidaknya ku tlah mencoba

Aku bisa… aku pasti bisa…
Ku tak mau berputus asa
Coba terus coba
sampai ku bisa
AKU PASTI BISA!
(instrument)
Namun ku tak mau menyerah
Aku tak ingin berputus asa
Dengan gagah berani aku melangkah
Dan berkata aku bisa…

Aku bisa… aku pasti bisa…
Ku harus terus berusaha
Bila ku gagal itu tak mengapa
Setidaknya ku tlah mencoba

Aku bisa… aku pasti bisa…
Ku tak mau berputus asa
Coba terus coba
sampai ku bisa
AKU PASTI BISA!

Aku bisa… aku pasti bisa…
Ku harus terus berusaha
Bila ku gagal itu tak mengapa
Setidaknya ku tlah mencoba

Aku bisa… aku pasti bisa…
Ku tak mau berputus asa
Coba terus coba
sampai ku bisa
AKU PASTI BISA!</pre>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apandin.wordpress.com/833/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apandin.wordpress.com/833/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apandin.wordpress.com/833/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apandin.wordpress.com/833/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apandin.wordpress.com/833/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apandin.wordpress.com/833/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apandin.wordpress.com/833/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apandin.wordpress.com/833/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apandin.wordpress.com/833/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apandin.wordpress.com/833/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apandin.wordpress.com/833/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apandin.wordpress.com/833/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apandin.wordpress.com/833/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apandin.wordpress.com/833/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apandin.wordpress.com&amp;blog=3189254&amp;post=833&amp;subd=apandin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apandin.wordpress.com/2011/07/18/lirik-lagu-aku-bisa-oleh-afi-junior/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/01371d6401c88a31f10a601fcf4f534d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Agung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://apandin.files.wordpress.com/2011/07/yes-i-can.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">i can from somewhere</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Shaum Ayyamul Bidh yuk (hadits, keutamaan, dan hikmah)</title>
		<link>http://apandin.wordpress.com/2011/06/15/shaum-ayyamul-bidh-yuk-hadits-keutamaan-dan-hikmah/</link>
		<comments>http://apandin.wordpress.com/2011/06/15/shaum-ayyamul-bidh-yuk-hadits-keutamaan-dan-hikmah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jun 2011 01:16:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung Pandi Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Brainstorming]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Indahnya Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Wawasan]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[hadits]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[keutamaan]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apandin.wordpress.com/?p=823</guid>
		<description><![CDATA[Sahabat, tidak terasa kita sudah memasuki tengah bulan pada bulan hijriah. Bulan pun bersinar dengan terangnya dan tak lagi malu &#8211; malu menampakkan wajahnya. Bagi sebagian orang, mungkin menganggap fenomena ini adalah fenomena alam biasa dan harinya pun dilalui dengan biasa-biasa saja.  Untuk seorang peneliti fenomena pasut (pasang &#8211; surut) air laut, mungkin fenomena ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apandin.wordpress.com&amp;blog=3189254&amp;post=823&amp;subd=apandin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://apandin.files.wordpress.com/2011/06/full_moon.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-824" title="purnama" src="http://apandin.files.wordpress.com/2011/06/full_moon.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Sahabat, tidak terasa kita sudah memasuki tengah bulan pada bulan hijriah. Bulan pun bersinar dengan terangnya dan tak lagi malu &#8211; malu menampakkan wajahnya. Bagi sebagian orang, mungkin menganggap fenomena ini adalah fenomena alam biasa dan harinya pun dilalui dengan biasa-biasa saja.  Untuk seorang peneliti fenomena pasut (pasang &#8211; surut) air laut, mungkin fenomena ini adalah salah satu dari sekian  fenomena yang akan mempengaruhi hasil penelitiannya (sekadar info, bahwa pengamatan untuk  penelitian dan pemodelan pasut air laut biasanya memakan waktu berhari &#8211; hari, bahkan bertahun &#8211; tahun lamanya).</p>
<p>Tapi lain halnya dengan seorang muslim, hari tersebut menjadi suatu hari yang istimewa dimana ia telah diberikan kesempatan untuk bertemu dengan suatu amal ibadah yang mendapakan tempat istimewa, dan melaksanakannya dengan sepenuh hati. Apa itu? <em>Shaum Ayyamul bidh</em> (terjemahan kasar: puasa hari putih/terang ).</p>
<p><strong>Apa sih istimewanya?</strong></p>
<p>Kenapa puasa ini begitu istimewa? Ada beberapa Alasan mengapa puasa ini terasa begitu istimewa ,antara lain:</p>
<p>Bahwa puasa ini memiliki ganjaran yang sangat besar di sisi Allah, sudah tentu kita sebagai umat muslim akan rugi jika melewatkannya.</p>
<blockquote><p><em>Dari Abdullah bin &#8216;Amr, Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallambersabda: &#8220;Puasalah tiga hari dari setiap bulan. Sesungguhnya amal kebajikan itu ganjarannya sepuluh kali lipat, seolah ia seperti berpuasa sepanjang masa.&#8221;</em> (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan an Nasai)</p></blockquote>
<p>Puasa ini juga puasa yang selalu dilakukan (sunah muakkad) oleh teladan terbaik kita Rasulullah Muhammad Saw, dan beliau juga mewasiatkannya kepada para sahabatnya juga umatnya:</p>
<blockquote><p><em>Abu Hurairah ra. Berkata, &#8220;Teman dekatku (Nabi Muhammad saw.) berpesan tiga hal kepadaku: berpuasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat dhuha, dan shalat witir sebelum tidur.&#8221;</em> (Muttafaq &#8216;alaih)</p>
<p><em>Ibnu Abbas ra. berkata, &#8220;Rasulullah saw. tidak pernah berbuka (tidak berpuasa) pada Ayyamul-Bidh, baik di rumah maupun sedang bepergian.&#8221;</em> (h.r. Nasa&#8217;i. Sanad hadits ini hasan)</p></blockquote>
<p>Luar biasa? pastinya&#8230;jadi tunggu apa lagi, pasang reminder di HP dan niatkan untuk melakukan puasa ini setiap bulannya.</p>
<p><strong>Kapan, nih?</strong></p>
<p>Terus gimana kalau terlewat atau lupa, atau hari tersebut jatuh pada hari dimana tidak diperbolehkan puasa misalnya&#8230;dan apakah harus di tiga hari tersebut?</p>
<blockquote><p><em>Mu&#8217;adzah Al-Adawiyyah menceritakan bahwa ia pernah bertanya kepada Aisyah ra., &#8220;Apakah Rasulullah saw. berpuasa tiga hari setiap bulan?&#8221; Aisyah menjawab, &#8220;Ya.&#8221; Saya bertanya, &#8220;Dari bagian bulan mana beliau berpuasa?&#8221; Aisyah menjawab, &#8220;beliau tidak peduli dari bagian mana beliau berpuasa.&#8221;</em> (h.r. Muslim)</p></blockquote>
<p>Imam Nawawi berpendapat bahwa tidak ada pengkhususan di hari berapa puasa sunah 3 hari setiap bulannya. Dan Yusuf Qardhawi dalam fiqh puasa juga berpendapat bahwa perbedaan hadits dalam menetapkan hari- hari puasa menunjukkan adanya toleransi. Setiap muslim boleh saja berpuasa di awal bulan, tengah bulan, atau akhir bulan, sesuai dengan kemudahan dan kesempatan yang ia miliki. Tapi kembali kata imam Nawawi, dalam hadits lain dijelaskan bahwa yang paling utamaadalah di harike -13, 14, dan 15 , seprti  dalam hadist:</p>
<blockquote><p>&#8220;<em>Wahai Abu Dzarr, jika engkau ingin berpuasa tiga hari dari salah satu bulan, maka berpuasalah pada hari ketiga belas, empat belas, dan lima belas.</em>&#8221; (HR. At Tirmidzi)</p></blockquote>
<p>Nah , gak bingung lagi kan? pastinya&#8230;jadi tunggu apa lagi, pasang reminder di HP dan niatkan untuk melakukan puasa ini setiap bulannya.</p>
<p><strong>Hikmah</strong></p>
<p>Wah kalau kita berbicara tentang hikmah pasti akan sangat banyak sekali hikmahnya. Apalagi suatu amalan yang memiliki ganjaran dan keistimewaan seperti ini. Gak akan sampai rasanya pikiran kita untuk melihat hikmahnya satu-persatu.</p>
<p>Salah satu hikmahnya adalah datang dari penelitian fenomenal seorang Psikolog dari Amerika Serikat bernama Arnold Lieber pada tahun 70-an. Bahwa perilaku manusia pada saat bulan purnama akan berubah menjadi  lebih buruk daripada biasanya. Terlepas dari segala kontroversi dan benar atau tidaknya penelitian tersebut. (kalau saya tidak salah baca di <a href="http://www.associatedcontent.com/article/612189/does_a_full_moon_influence_human_behavior.html?cat=58" target="_blank">sini</a> dan di <a href="http://abcnews.go.com/TheLaw/bad-moon-rising-myth-full-moon/story?id=3426758&amp;page=3" target="_blank">sini</a> sih masih diperdebatkan  kebenaran dan keabsahan penelitian itu).  Ketika ilmu sains modern mengungkapkan adanya kelabilan emosi manusia saat bulan purnama, Islam telah menganjurkan untuk melaksanakan puasa tepat saat munculnya sang bulan purnama. Islam telah memberi jalan pada umatnya agar tidak terkena pengaruh kelabilan emosi yang terjadi pada tanggal tersebut. Rasulullah menganjurkan kita berpuasa, agar hati kita selalu terjaga dari amarah, nafsu, dan segala sifat buruk lain yang cendrung lebih meluap pada saat itu dibanding saat-saat lainnya. Dengan kata lain Puasa yang umat muslim kenal sebagai pengendali hawa nafsu dan syahwat ini, seakan ditempatkan begitu pas pada saat potensi berbuat keburukan sedang dalam potensi tertingginya.Kebetulan? Pastinya enggak dong.</p>
<p>Luar biasa? pastinya&#8230;jadi tunggu apa lagi, pasang reminder di HP dan niatkan untuk melakukan puasa ini setiap bulannya. (haha&#8230;pasti bosen sama reminder ini, tenang&#8230;kesalah bukan pada mata anda.., emang sengaja kok)</p>
<p>Semoga bermanfaat dan bisa menjadi motivasi kita dalam beramal..Amiin.</p>
<p>Wallahu A&#8217;lam Bishawab.</p>
<p>.</p>
<address>Sumber:</address>
<address>-Buku Fiqh Puasa-Ust Yusuf Qardhawi</address>
<address>-Syarah Riyadushshalihin &#8211; Imam Nawawi</address>
<address>-<a href="http://www.associatedcontent.com/article/612189/does_a_full_moon_influence_human_behavior.html?cat=58">http://www.associatedcontent.com/article/612189/does_a_full_moon_influence_human_behavior.html?cat=58</a></address>
<address>-<a href="http://abcnews.go.com/TheLaw/bad-moon-rising-myth-full-moon/story?id=3426758&amp;page=3">http://abcnews.go.com/TheLaw/bad-moon-rising-myth-full-moon/story?id=3426758&amp;page=3</a></address>
<address>-<a href="http://nandahanyfa.blogspot.com/2010/03/rahasia-ayyamul-bidh.html">http://nandahanyfa.blogspot.com/2010/03/rahasia-ayyamul-bidh.html</a></address>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apandin.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apandin.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apandin.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apandin.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apandin.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apandin.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apandin.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apandin.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apandin.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apandin.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apandin.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apandin.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apandin.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apandin.wordpress.com/823/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apandin.wordpress.com&amp;blog=3189254&amp;post=823&amp;subd=apandin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apandin.wordpress.com/2011/06/15/shaum-ayyamul-bidh-yuk-hadits-keutamaan-dan-hikmah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/01371d6401c88a31f10a601fcf4f534d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Agung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://apandin.files.wordpress.com/2011/06/full_moon.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">purnama</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>7 Alasan Mencela Diri (Oleh:Khalil Gibran)</title>
		<link>http://apandin.wordpress.com/2011/06/08/7-alasan-mencela-diri-olehkhalil-gibran/</link>
		<comments>http://apandin.wordpress.com/2011/06/08/7-alasan-mencela-diri-olehkhalil-gibran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jun 2011 02:06:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung Pandi Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Brainstorming]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Wawasan]]></category>
		<category><![CDATA[jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[kahlil gibran]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apandin.wordpress.com/?p=800</guid>
		<description><![CDATA[7 Alasan Mencela Diri Oleh:Khalil Gibran . Tujuh kali aku pernah mencela jiwaku Pertama kali ketika aku melihatnya lemah padahal seharusnya ia bisa kuat Kedua kali ketika melihatnya berjalan terpincang-pincang di hadapan seorang yang lumpuh Ketiga kali ketika berhadapan dengan pilihan yang sulit dan yang mudah, ia memilih yang mudah Keempat kalinya, ketika ia melakukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apandin.wordpress.com&amp;blog=3189254&amp;post=800&amp;subd=apandin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://apandin.files.wordpress.com/2011/06/windows7black.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-801" title="w7b" src="http://apandin.files.wordpress.com/2011/06/windows7black.png?w=300&#038;h=187" alt="" width="300" height="187" /></a></p>
<h3><strong>7 Alasan Mencela Diri</strong></h3>
<h5><strong>Oleh:Khalil Gibran</strong></h5>
<p>.</p>
<p>Tujuh kali aku pernah mencela jiwaku</p>
<p>Pertama kali</p>
<p>ketika aku melihatnya lemah padahal seharusnya ia bisa kuat</p>
<p>Kedua kali</p>
<p>ketika melihatnya berjalan terpincang-pincang di hadapan seorang yang lumpuh</p>
<p>Ketiga kali</p>
<p>ketika berhadapan dengan pilihan yang sulit dan yang mudah, ia memilih yang mudah</p>
<p>Keempat kalinya,</p>
<p>ketika ia melakukan kesalahan, dan menghibur diri dengan mengatakan bahwa semua orang juga melakukan kesalahan</p>
<p>Kelima kalinya,</p>
<p>ketika ia menghindar karena takut ia mengatakannya sebagai sabar</p>
<p>Keenam kalinya</p>
<p>ketika dia mengejek kepada sebentuk wajah buruk, padahal ia tahu bahwa wajah itu adalah salah satu topeng yang sering ia kenakan</p>
<p>Dan ketujuh,</p>
<p>ketika ia menyanyikan lagu pujian, dan menganggap itu sebagai sesuatu yang bermanfaat</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apandin.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apandin.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apandin.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apandin.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apandin.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apandin.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apandin.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apandin.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apandin.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apandin.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apandin.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apandin.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apandin.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apandin.wordpress.com/800/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apandin.wordpress.com&amp;blog=3189254&amp;post=800&amp;subd=apandin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apandin.wordpress.com/2011/06/08/7-alasan-mencela-diri-olehkhalil-gibran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/01371d6401c88a31f10a601fcf4f534d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Agung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://apandin.files.wordpress.com/2011/06/windows7black.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">w7b</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Rajab Menyapa</title>
		<link>http://apandin.wordpress.com/2011/06/06/ketika-rajab-menyapa/</link>
		<comments>http://apandin.wordpress.com/2011/06/06/ketika-rajab-menyapa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jun 2011 16:04:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung Pandi Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Indahnya Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pesona Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Wawasan]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[rajab]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[siap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apandin.wordpress.com/?p=790</guid>
		<description><![CDATA[Allahumma bariklana fii Rajaba wa Sya&#8217;ban wa balighna Ramadhan  Itulah bunyi dari suatu SMS yang dikirim oleh seorang sahabat kepada saya. Selang beberapa saat SMS lain dengan bunyi serupa, hadir secara tiba-tiba dan serentak di ponsel saya beberapa hari yang lalu. yang artinya kurang lebih: Ya Allah berkahi kami di Bulan Rajab dan Sya;ban dn [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apandin.wordpress.com&amp;blog=3189254&amp;post=790&amp;subd=apandin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://apandin.files.wordpress.com/2011/06/doa-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-791" title="bayi doa dan harap" src="http://apandin.files.wordpress.com/2011/06/doa-1.jpg?w=243&#038;h=300" alt="" width="243" height="300" /></a></p>
<blockquote><p><em><strong>Allahumma bariklana fii Rajaba wa Sya&#8217;ban wa balighna Ramadhan </strong></em></p></blockquote>
<p>Itulah bunyi dari suatu SMS yang dikirim oleh seorang sahabat kepada saya. Selang beberapa saat SMS lain dengan bunyi serupa, hadir secara tiba-tiba dan serentak di ponsel saya beberapa hari yang lalu.</p>
<p>yang artinya kurang lebih:</p>
<blockquote><p>Ya Allah berkahi kami di Bulan Rajab dan Sya;ban dn sampaikan usia kami hingga Ramadhan</p></blockquote>
<p>Memang ada perbedaan pendapat tentang keshahihan doa ini. Tapi kalau saya pribadi memilih untuk tidak ambil pusing dan mengambil hikmahnya saja. Bahwa Bulan Rajab sudah datang dan menyapa tanpa ragu, bertanda Ramadhan sudah dekat.</p>
<p><strong>Sudah siapkah kita untuk menyambutnya dengan sebaik-baiknya?</strong></p>
<p><strong>Dan dengan segala keutamaan yang ada, sebesar apakah harapan kita untuk bertemu dengannya?</strong></p>
<p>Oleh karena itu sahabat, yuk kita meminta kepada Allah..untuk mempersiapkan diri kita dan menyampaikan diri kita kepada Ramadhan kedepan.</p>
<p>Amiin..</p>
<p> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apandin.wordpress.com/790/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apandin.wordpress.com/790/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apandin.wordpress.com/790/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apandin.wordpress.com/790/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apandin.wordpress.com/790/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apandin.wordpress.com/790/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apandin.wordpress.com/790/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apandin.wordpress.com/790/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apandin.wordpress.com/790/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apandin.wordpress.com/790/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apandin.wordpress.com/790/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apandin.wordpress.com/790/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apandin.wordpress.com/790/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apandin.wordpress.com/790/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apandin.wordpress.com&amp;blog=3189254&amp;post=790&amp;subd=apandin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apandin.wordpress.com/2011/06/06/ketika-rajab-menyapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/01371d6401c88a31f10a601fcf4f534d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Agung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://apandin.files.wordpress.com/2011/06/doa-1.jpg?w=243" medium="image">
			<media:title type="html">bayi doa dan harap</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kategori baru: Sastra</title>
		<link>http://apandin.wordpress.com/2011/05/31/kategori-baru-sastra/</link>
		<comments>http://apandin.wordpress.com/2011/05/31/kategori-baru-sastra/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 May 2011 10:37:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung Pandi Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Brainstorming]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Wawasan]]></category>
		<category><![CDATA[kategori]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apandin.wordpress.com/?p=783</guid>
		<description><![CDATA[Ajarkanlah sastra kepada anak-anakmu, karena itu dapat mengubah anak yang pengecut menjadi pemberani (Umar bin Khattab) &#8220;Sesuatu yg dibutuhkan untuk menghaluskan jiwa adalah seni dan sastra&#8221; (Buya Hamka) Entah kenapa akhir &#8211; akhir ini lagi tertarik dengan hal ini (baca: sastra). Dimotivasi juga oleh kedua petuah oleh kedua orang yang sangat luas ilmunya diatas, tentang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apandin.wordpress.com&amp;blog=3189254&amp;post=783&amp;subd=apandin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://apandin.files.wordpress.com/2011/05/sastera.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-785" title="nulis" src="http://apandin.files.wordpress.com/2011/05/sastera.jpg?w=300&#038;h=220" alt="" width="300" height="220" /></a></p>
<blockquote><p>Ajarkanlah sastra kepada anak-anakmu, karena itu dapat mengubah anak yang pengecut menjadi pemberani<br />
(Umar bin Khattab)</p>
<p>&#8220;Sesuatu yg dibutuhkan untuk menghaluskan jiwa adalah seni dan sastra&#8221; (Buya Hamka)</p></blockquote>
<p>Entah kenapa akhir &#8211; akhir ini lagi tertarik dengan hal ini (baca: sastra). Dimotivasi juga oleh kedua petuah oleh kedua orang yang sangat luas ilmunya diatas, tentang pentingnya memepelajari sastra. Akhirnya dibuatlah kategori baru yang khusus mengumpulkan karya-karya sastra buatan sendiri maupun orang  lain yang sangat menginspirasi penulis. Walaupun latar belakang keilmuan dan pengalaman penulis yang sangat jauh dari kata sastra.</p>
<p>Semoga bisa memberikan inspirasi yang sama atau lebih banyak kepada sahabat-sahabat pembaca sekalian.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apandin.wordpress.com/783/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apandin.wordpress.com/783/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apandin.wordpress.com/783/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apandin.wordpress.com/783/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apandin.wordpress.com/783/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apandin.wordpress.com/783/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apandin.wordpress.com/783/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apandin.wordpress.com/783/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apandin.wordpress.com/783/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apandin.wordpress.com/783/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apandin.wordpress.com/783/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apandin.wordpress.com/783/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apandin.wordpress.com/783/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apandin.wordpress.com/783/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apandin.wordpress.com&amp;blog=3189254&amp;post=783&amp;subd=apandin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apandin.wordpress.com/2011/05/31/kategori-baru-sastra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/01371d6401c88a31f10a601fcf4f534d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Agung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://apandin.files.wordpress.com/2011/05/sastera.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">nulis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perjalanan seorang sahabat dalam mencari kebenaran.Part 2: &#8220;Aku seorang muslim merdeka&#8221;</title>
		<link>http://apandin.wordpress.com/2011/05/28/perjalanan-seorang-sahabat-dalam-mencari-kebenaran-part-2-aku-seorang-muslim-merdeka-2/</link>
		<comments>http://apandin.wordpress.com/2011/05/28/perjalanan-seorang-sahabat-dalam-mencari-kebenaran-part-2-aku-seorang-muslim-merdeka-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 May 2011 09:29:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung Pandi Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Indahnya Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Sirah sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Wawasan]]></category>
		<category><![CDATA[Kebenaran]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[mencari]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[teladan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apandin.wordpress.com/?p=761</guid>
		<description><![CDATA[. Sambungan dari postingan sebelumnya:  Perjalanan seorang sahabat dalam mencari kebenaran. Part:1 (dari seorang mulia hingga budak). . &#8230;Mulai saat itu aku tinggal bersama orang yang membeliku, hingga pada suatu hari datang seorang Yahudi Bani Quraidhah yang membeliku dari majikanku saat ini. Lalu aku dibawa ke Madinah. Demi Allah, sejak pertama melihat negeri ini, aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apandin.wordpress.com&amp;blog=3189254&amp;post=761&amp;subd=apandin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://apandin.files.wordpress.com/2011/05/mentalitas-sukses_thumb.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-762" title="yes" src="http://apandin.files.wordpress.com/2011/05/mentalitas-sukses_thumb.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>.</p>
<p>Sambungan dari postingan sebelumnya:  <a href="http://wp.me/pdnFA-bk" target="_blank">Perjalanan seorang sahabat dalam mencari kebenaran. Part:1 (dari seorang mulia hingga budak)</a>.</p>
<p>.</p>
<p>&#8230;Mulai saat itu aku tinggal bersama orang yang membeliku, hingga pada suatu hari datang seorang Yahudi Bani Quraidhah yang membeliku dari majikanku saat ini. Lalu aku dibawa ke Madinah. Demi Allah, sejak pertama melihat negeri ini, aku yakin negeri inilah yang dimaksud.</p>
<p>Aku tinggal bersama Yahudi itu dan bekerja di kebun kurma miliknya. Hingga Allah mengutus Rasul-Nya. Hingga dia datang ke Madinah, dan singgah di Quba, di bani Amru bin Auf.</p>
<p>Suatu hari aku berada di atas pohon kurma dan majikanku berada di bawah , sepupu majikanku datang dengan kabar , &#8220;Celakalah bani Qailah. Mereka berkerumun mengelilingi seorang laki-laki di Quba. Dia datang dari Mekah dan mengaku sebagai Nabi.&#8221;</p>
<p>Demi Allah, ketika mendengar berita itu , tubuhku gemetar keras hingga pohon kurma itu seakan berguncang dan hampir saja tubuhku jatuh menimpa majikanku. Aku segera turun dan berkata kepada orang tadi , &#8220;Apa yang tuan katakan ? Ada berita apa?&#8221;</p>
<p>Majikanku mengangkat tangannya dan memukulku dengan keras. Ia membentak, &#8220;Apa urusanmu dengan masalah ini. Sana, kembali bekerja. &#8220;Maka aku pun kembali bekerja.&#8221;</p>
<p>Setelah mulai petang, aku berangkat ke Quba dengan membawa sedikit makanan. Aku menemui Rasulullah yang saat itu bersama beberapa sahabatnya. Aku berkata, &#8220;Tuan-tuan adalah perantau yang membutuhkan bantua. Saya punya makanan yang saya siapkan untuk sedekah. Setelah mendengar keadaan tuan-tuan,  saya pikir tuan-tuan lebih berhak menerimanya.&#8221; Lalu makanan itu kutaruh di dekat mereka.</p>
<p>Rasulullah berkata kepada para sahabatnya, &#8220;Makanlah dengan menyebut nama Allah.&#8221; Sedangkan beliau sendiri tidak ikut makan.</p>
<p>Aku berkata dalam hati. &#8220;Demi Allah, ini suatu tanda yang disebutkan.Dia tidak memakan sedekah.&#8221; Lalu aku pulang.</p>
<p>Keesokan harinya aku kembali menemui Rasulullah dengan membawa makanan. Aku berkata kepadanya, &#8220;Aku melihat tuan tidak makan sedekah. Aku mempunyai makanan yang kuberikan sebagai hadiah untuk tuan.&#8221; Dan, Makanan itu kutaruh di dekatnya.</p>
<p>Rasulullah bersabda kepada para sahabatnya, &#8220;Makanlahdengan menyebut nama Allah.&#8221; Beliaupun makan bersama mereka.</p>
<p>Aku berkata dalam hati, &#8220;Demi Allah, ini tanda kedua. Dia mau memakan hadiah.&#8221; Lalu aku pulang.</p>
<p>Beberapa hari kemudian, aku kembali menemui rasulullah yang saat itu berada di pemakaman Baqi&#8217; , sedang mengiringkan jenazah. Beliau bersama para sahabatnya. Beliau mengenakan dua lembar kain lebar. Satu dipakainya untuk sarung dan satu lagi sebagai baju.</p>
<p>Aku mengucapkan sala kepadanya, lalu aku menoleh ke arah punggung atasnya. Rupanya beliau mengerti maksudku. Maka beliau menyingkapkan kain burdah dari pundaknya, hingga tanda yang kucari terlihat di antara dua pundaknya. Tanda kenabian seperti yang disebutkan oleh si pendeta.</p>
<p>Melihat itu, aku merangkul dan menciumnya sambil menangis.</p>
<p>Lalu aku dipanggil menghadap Rasulullah. Aku duduk di hadapannya. Kuceritakan kisahku kepadanya seperti yang kuceritakan kepada kalian saat ini.</p>
<p>Lalu aku masuk islam. Saat terjadi perang Badar dan Uhud, aku tidak bisaikut karena statusku masih menjadi budak belian.</p>
<p>Suatu hari , Rasulullah memerintahkan kepadaku, &#8220;Mintalah kepada tuanmu agar ia bersedia membebaskanmu dengan uang tebusan.&#8221; Maka aku meminta kepada majikanku sbagaimana diperintahkan Rasulullah. Rasulullah juga menyuruh para sahabat untuk membantuku soal keuangan. Akhirnya aku terbebas dari perbudakan. Aku seorang muslim merdeka. Setelah itu aku ikut dalam perang Khandaq dan peristiwa &#8211; peristiwa penting lainnya.</p>
<p>.</p>
<p>Alhamdulillah&#8230;</p>
<p>Dengan perjuangan yang seperti itu , tidak heran sahabat tersebut menjadi salah seorang sahabat yang memiliki kontribusi yang tidak sedikit dalam perkembangan dakwah islam. Bahkan dalam perang pertamanya beliaulah salah satu orang yang sangat berjasa memberikan masukan strategi, yang belum pernah dikenal di Arab pada saat itu. Yaitu dengan membuat parit di sekeliling kota, sehingga perang tersebut diabadikan namanya menjadi perang Khandaq (parit). Siapakah beliau&#8230;dialah Salman Al-Farisi.</p>
<p>.</p>
<p>Sumber:  dimodifikasi dari &#8220;60 sirah sahabat Rasulullah saw&#8221;-khalid muhammad khalid</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apandin.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apandin.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apandin.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apandin.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apandin.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apandin.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apandin.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apandin.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apandin.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apandin.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apandin.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apandin.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apandin.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apandin.wordpress.com/761/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apandin.wordpress.com&amp;blog=3189254&amp;post=761&amp;subd=apandin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apandin.wordpress.com/2011/05/28/perjalanan-seorang-sahabat-dalam-mencari-kebenaran-part-2-aku-seorang-muslim-merdeka-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/01371d6401c88a31f10a601fcf4f534d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Agung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://apandin.files.wordpress.com/2011/05/mentalitas-sukses_thumb.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">yes</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejauh Mana Kadar Kemuliaan Kita</title>
		<link>http://apandin.wordpress.com/2011/05/26/sejauh-mana-kadar-kemuliaan-kita/</link>
		<comments>http://apandin.wordpress.com/2011/05/26/sejauh-mana-kadar-kemuliaan-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 May 2011 03:50:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung Pandi Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Brainstorming]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Indahnya Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Wawasan]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kemuliaan]]></category>
		<category><![CDATA[mulia]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apandin.wordpress.com/?p=746</guid>
		<description><![CDATA[Kemuliaan dan fitrah manusia Sudah menjadi fitrah manusia untuk menjadikan dirinya seorang manusia yang mulia. Kata mulia sendiri jika kita lihat dalam KBBI(kamus besar bahasa indonesia-red) berarti tinggi kedudukan, pangkat ,atau  martabatnya, atau bisa juga tertinggi maupun terhormat. Dengan menjadi mulia seorang manusia akan dihargai dan mendapatkan kedudukan yang terhormat. Dalam &#8220;Hierarki kebutuhan Maslow&#8221; yang cukup terkenal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apandin.wordpress.com&amp;blog=3189254&amp;post=746&amp;subd=apandin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://apandin.files.wordpress.com/2011/05/images.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-752" title="winner" src="http://apandin.files.wordpress.com/2011/05/images.jpg?w=480" alt=""   /></a></p>
<p><strong>Kemuliaan dan fitrah manusia</strong></p>
<p>Sudah menjadi fitrah manusia untuk menjadikan dirinya seorang manusia yang mulia. Kata mulia sendiri jika kita lihat dalam KBBI(kamus besar bahasa indonesia-red) berarti tinggi kedudukan, pangkat ,atau  martabatnya, atau bisa juga tertinggi maupun terhormat. Dengan menjadi mulia seorang manusia akan dihargai dan mendapatkan kedudukan yang terhormat. Dalam &#8220;Hierarki kebutuhan Maslow&#8221; yang cukup terkenal dalam bidang psikologi, juga disebutkan bahwa kebutuhan untuk dihargai atau <em>esteem needs </em>adalah kebutuhan yang dimilki oleh setiap orang.</p>
<p>Jika kita lihat realita yang terjadi sekarang, banyak sekali fenomena yang terjadi di masyarakat dalam hal mencari kemuliaan ini. Khususnya mencari kemuliaan dimata manusia. Banyak cara mereka lakukan untuk mendapat kemuliaan, bahkan hingga menggunakan berbagai macam cara. Mulai dari membeli ijazah agar terlihat sebagai orang pintar, mengeluarkan uang yang tidak sedikit dan menggunakan berbagai cara yang kotor untuk mendapatkan jabatan, melakukan hal yang tidak baik untuk mendapatkan poularitas semata, dan lain-lain.</p>
<p>Lalu , apakah islam melarang kita mencari kemuliaan? Tentu sebagai <em>dien</em> yang mulia dan fitrah (yang sangat sesuai degan fitrah manusia, karena diturunkan langsung oleh Sang Pencipta manusia itu sendiri), islam sangat mengerti betul kebutuhan manusia yang satu ini. Lalu bagai mana islam memandang kemuliaan?</p>
<p><strong>Kemuliaan sejati adalah kemuliaan di mata Allah</strong></p>
<blockquote><p>Dari Sulaiman bin Yasar, dia berkata: Suatu saat, ketika orang-orang mulai bubar meninggalkan majelis Abu Hurairah -<em>radhiyallahu’anhu</em>-, maka Natil berkata kepadanya, “Wahai Syaikh, tuturkanlah kepada kami suatu hadits yang pernah anda dengar dari Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>.”</p>
<p>Abu Hurairah menjawab, “Baiklah. Aku pernah mendengar Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda: “Sesungguhnya orang-orang yang pertama kali diadili pada hari kiamat adalah: Seorang lelaki yang telah berjuang demi mencari mati syahid. Lalu dia dihadirkan dan ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang sekiranya akan diperolehnya, sehingga dia pun bisa mengenalinya. Allah bertanya kepadanya,<em>“Apa yang telah kamu lakukan untuk mendapatkan itu semua?”</em>. Dia menjawab, <em>“Aku berperang di jalan-Mu sampai aku menemui mati syahid.”</em> Allah menimpali jawabannya, <em><strong>“Kamu dusta. Sebenarnya kamu berperang agar disebut-sebut sebagai pemberani, dan sebutan itu telah kamu peroleh di dunia.”</strong></em> Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya dalam keadaan tertelungkup di atas wajahnya hingga akhirnya dia dilemparkan ke dalam api neraka.</p>
<p>Seorang lelaki yang menimba ilmu dan mengajarkannya serta pandai membaca/menghafal al-Qur’an. Lalu dia dihadirkan dan ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang sekiranya akan diperolehnya, sehingga dia pun bisa mengenalinya. Allah bertanya kepadanya, <em>“Apa yang telah kamu lakukan untuk mendapatkan itu semua?”</em>. Dia menjawab, <em>“Aku menimba ilmu dan mengajarkannya serta aku membaca/menghafal al-Qur’an di jalan-Mu.”</em> Allah menimpali jawabannya,<em><strong>“Kamu dusta. Sebenarnya kamu menimba ilmu agar disebut-sebut sebagai orang alim, dan kamu membaca al-Qur’an agar disebut sebagai qari’. Dan sebutan itu telah kamu dapatkan di dunia.”</strong></em> Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya dalam keadaan tertelungkup di atas wajahnya hingga akhirnya dia dilemparkan ke dalam api neraka.</p>
<p>Seorang lelaki yang diberi kelapangan oleh Allah serta mendapatkan karunia berupa segala macam bentuk harta. Lalu dia dihadirkan dan ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang sekiranya akan diperolehnya, sehingga dia pun bisa mengenalinya. Allah bertanya kepadanya, <em>“Apa yang telah kamu lakukan untuk mendapatkan itu semua?”</em>. Dia menjawab, <em>“Tidak ada satupun kesempatan yang Engkau cintai agar hamba-Mu berinfak padanya melainkan aku telah berinfak padanya untuk mencari ridha-Mu.” </em>Allah menimpali jawabannya,<strong> <em>“Kamu dusta. Sesungguhnya kamu berinfak hanya demi mendapatkan sebutan sebagai orang yang dermawan. Dan sebutan itu telah kamu dapatkan di dunia.”</em></strong> Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya dalam keadaan tertelungkup di atas wajahnya hingga akhirnya dia dilemparkan ke dalam api neraka.”</p>
<p>(<strong>HR. Muslim</strong> [1903], lihat <em>Syarh Muslim</em> [6/529-530])</p></blockquote>
<p>Dari hadist yang cukup terkenal tersebut, dapat kita lihat bahwa bagi kita seorang muslim, kemuliaan dan penghargaan di mata manusia dapat saja bernilai kecil bahkan nol di hadapan Allah. Sudah barang tentu kita ingin dan bahkan lebih baik jika kita  menjadi mulia dimanapun kita berada dan dihadapan siapapun. Tetapi jika kita merujuk dari salah satu  hikmah yang bisa diambil dari hadits di atas adalah, kemuliaan kita di hadapan Allah adalah lebih kita prioritaskan dibading kemuliaan dihadapan siapapun.</p>
<p><strong>Dapatkan kemuliaan itu </strong></p>
<p>Mendapatkan kemuliaan (di hadapan Allah) bukan perkara yang sulit sebenarnya, tetapi juga bukan perkara yang gampang. Karena Allah sudah banyak memberikan kita petunjuk , baik itu dari Al-Qur&#8217;an , Hadits, maupun hikmah dari para ulama. Dapat menjadi sulit karena banyak halangan dan kekurangan kita sebagai manusia yang itu dapat menghambatnya, seperti, keodohan, kesombongan, dll. Ada banyak jalan kemuliaan yang Allah tunjukkan kepada kita, salah satunya adalah:</p>
<blockquote><p><strong>Diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah saw bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)</strong></p></blockquote>
<p>Yap, kebermanfaatan. Islam memberikan konsep yang sangat berbeda dengan hawa nafsu kita kebanyakan, yang menilai kemuliaan dari harta dan jabatan. Dimana orang yang mulia adalah orang yang mempunyai kebermanfaatan untuk sekitar dimanapun ia berada.</p>
<p>Juga</p>
<blockquote><p><strong><em>“Maukah kalian aku tunjukkan akhlak yang paling mulia di dunia dan diakhirat? Memberi maaf orang yang menzhalimimu, memberi orang yang menghalangimu dan menyambung silaturrahim orang yang memutuskanmu.”</em> (H.R. Baihaqi).</strong></p></blockquote>
<p>Tidak jarang orang beranggapan bahwa orang yang minta maaf atau memaafkan itu hina, dan statusnya lebih rendah. Tapi islam berkata lain, dengan meminta maaf dan memaafkan ternyata memang kita menjadi orang yang  jauh lebih mulia. Lalu banyak cara-cara lainnya dalam memperoleh kemuliaan yang akan terlalu banyak jika disebutkan satu-satu.</p>
<p><strong>Mengukur Kadar Kemuliaan kita</strong></p>
<p>Setelah mengetahui apa pentingnya dan hakikat kemuliaan itu sendiri, tentu kita ingin tahu semulia apa kedudukan kita disisi Allah , ternyata dengan sangat indah Allah memberitahu kita melalui baginda Rasulullah saw, tentang hal itu:</p>
<blockquote><p><strong>Siapa yang ingin mengetahui kedudukannya di sisi Allah hendaklah dia mengamati bagaimana kedudukan Allah dalam dirinya. Sesungguhnya Allah menempatkan hambaNya dalam kedudukan sebagaimana dia menempatkan kedudukan Allah pada dirinya. (HR. Al Hakim)</strong></p></blockquote>
<p>Sebagaimana kedudukan Allah didalam diri kita , seperti itu pulalah Allah menempatkan kita di sisi-Nya. Mari kita sama-sama introspeksi diri seperti apa keadaannya sekarang? Apakah panggilan-Nya untuk shalat tepat waktu sering kita abaikan. Apakah <em>Qalam</em>-Nya yang agung yaitu Al-Qur&#8217;an sering kita abaikan (tidak dibaca, ditaddaburi , dihafalkan, maupun diamalkan) , juga bila diperdengarkan kepada kita tidak membekas apapun pada diri kita?</p>
<p>Sudah terlalu banyak sepertinya jika kita ingat &#8211; ingat hal yang membuktikan bahwa kedudukan Allah dalam diri kita tidak setinggi harapan akan kedudukan kita di sisi-Nya. Jadi tunggu apa lagi, raih kemuliaan dan kita pertanyakan lagi pada diri kita sejauh mana kadar kemuliaan kita di sisi Allah.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apandin.wordpress.com/746/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apandin.wordpress.com/746/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apandin.wordpress.com/746/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apandin.wordpress.com/746/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apandin.wordpress.com/746/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apandin.wordpress.com/746/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apandin.wordpress.com/746/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apandin.wordpress.com/746/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apandin.wordpress.com/746/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apandin.wordpress.com/746/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apandin.wordpress.com/746/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apandin.wordpress.com/746/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apandin.wordpress.com/746/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apandin.wordpress.com/746/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apandin.wordpress.com&amp;blog=3189254&amp;post=746&amp;subd=apandin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apandin.wordpress.com/2011/05/26/sejauh-mana-kadar-kemuliaan-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/01371d6401c88a31f10a601fcf4f534d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Agung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://apandin.files.wordpress.com/2011/05/images.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">winner</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
